puisi

Sahabat Sejati

Sejuta rangkaian kata
terwujud bagai memori
untuk seorang sahabat
yang setia mengisi hati dan hari

Cuy..!
perdamaian ini
jangan kau kencingi

jagalah arti kata ‘peace’
yang kau tulis
di dinding kamarku

Sob..,
perdamaian ini
jangan jadi belenggu

Aku orang bebas
kau orang bebas
kita bebas menentukan
kemana langkah kita tertuju

Bro..,
pertalian ini
jangan jadi benalu

Dirimu milikmu
diriku milikku
Dan persahabatan ini
masih milik kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

start delta

Apa yang di maksud dengan star delta?

teman-teman apa yang di maksud dengan star delta dalam listrik yang menggunakan 3 phase?

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak

Dari sumber Asrofi,

Rangkaian Star dan delta adalah jenis rangkaian dalam instalasi listrik sistem 3 fase, terutama pada mesin-mesin listrik.

Rangkaian star adalah peralatan listrik 3 fase dimana didalamnya terdiri dari 3 unit/bagian (belitan misalnya) yg sama dirangkai seperti membentuk hurup Y dimana ujung-ujungnya adalah tersambung sbg line dan bagian tengahnya adalah bagian netral.

Rangkaian delta adalah peralatan listrik 3 fase dimana didalamnya terdiri dari 3 unit/bagian yg sama (belitan misalnya) dirangkai seperti membentuk bangun segitiga dimana ujung-ujungnya adalah tersambung sbg line, dan tdk mempunyai netral. Bila ingin mendapatkan netralnya biasanya diambil dr ground dgn syarat sumber tegangannya juga digroundkan.

Kalo yg dimaksud rangkaian star-delta, pada motor strarter adalah suatu rangkaian utk menjalankan motor listrik, dimana pada saat start menggunakan hub star dan beberapa saat kemudian berubah menjadi delta. Tujuannya adalah untuk mengurangi arus start yg cukup tinggi.”

Untuk hal teknis dan spesifikasi bisa mengacu jawaban bos Edgar VSB

materi referensi:

100% 1 Suara

Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search

 

Jawaban Lain (1)

  • Sedikit menambahi jawaban “Begawan” Lee :
    Pada motor listrik 3 fasa, hubungan star delta digunakan untuk menyesuaikan tegangan listrik yang dipakai. Misalnya pada motor listrik 220 V/380V, bila kita menggunakan listrik 110 V (tepatnya 127 V ) antara fase to ground kita menggunakan hubungan delta. Sedangkan bila kita gunakan listrik 220 V antara fase to ground kita menggunakan hubungan star.
    Sistem penskaklaran star delta biasanya digunakan pada motor listrik yang berkapasitas besar yaitu sebagai soft start, tetapi tidak dapat digunakan pada mesin2 yang pada saat start membutuhkan torsi yang tinggi seperti pada kompressor.
    Start Motor Induksi

    Motor induksi yang dibahas disini tepatnya adalah motor induksi asynchron.
    Untuk mempermudah penyebutan selanjutnya kita namakan saja motor induksi.
    Ada banyak cara untuk melakukan start pada sebuah motor induksi.
    Kita akan membahas beberapa cara konvensional yang telah dikenal baik,
    diantaranya:
    1). DOL (Direct On Line)-Starter
    2). Star-Delta Starter
    3). Start dengan memakai Resistor pada Stator
    4). Start dengan memakai Autotransformator

    1.   Start dengan methode Direct On Line (DOL)
    Gambar1 dibawah memperlihatkan sebuah rangkaian untuk start motor induksi
    melalui methode DOL dan karakteristik Torsi terhadap Kecepatan Motor.
    Rangkaian daya sebuah DOL-Starter mempunyai rancangan yang sangat
    sederhana, yakni hanya perlu sebuah pemutus arus atau yang dikenal dengan
    istilah breaker Qdan sebuah kontaktor utama KM. Rangkaian kontrol (tidak ditampilkan) hanya untuk mengaktifkan serta memutuskan kontaktor utama saja.


    Gambar 1: DOL-Starter


    Sebelah kanan gambar 1 memperlihatkan karakteristik motor induksi 5.5kW
    / 4 kutub. Perhatikan arus start yang tinggi hingga mencapai lebih kurang 68A.
    Arus nominal untuk motor induksi 4 kutub dengan kapasitas 5.5 kW menurut
    data teknis hanyalah 11A. Jadi arus start telah mencapai nilai 6.2 kali dari arus
    nominal motor.

    Menurut standar Eropah hanya motor motor induksi dibawah 4 kW yang
    diperbolehkan untuk start dengan methode DOL.

    Kesimpulan DOL-Starter
    - Start dengan DOL mempunyai keunggulan karena design yang sangat
    sederhana sehingga investasinya relatif rendah.
    - Start dengan DOL mempunyai arus start atau arus inrush yang besar
    (600% – 800%).
    - Arus inrush dapat menyebabkan tegangan jaringan turun sesaat (dikenal
    dengan istilah voltage sag) dan dapat menimbulkan harmonik pada
    jaringan listrik yang lemah.
    - Arus inrush mengakibatkan terjadinya torsi kejut pada komponen
    komponen transmisi sehingga peralatan peralatan seperti gear reducer,
    timing belt, pulley dan lain sebagainya yang ada didalam sistem drive akan
    mengalami “mechanical stress” yang dapat memicu terjadinya keausan dini
    pada peralatan tersebut.
    Usia motor juga akan berkurang dengan start DOL.
    - Komponen pemutus arus seperti breaker dan kontaktor mengalami arus
    yang sangat berlebihan setiap kali start motor sehingga akan mengalami
    kerusakan lebih cepat.
    - DOL-Starter biasanya dipakai hanya untuk motor motor induksi dengan
    kapasitas yang rendah.

    (bersambung…)

    Oleh: Amir Kasan Dipl. Ing.
    Penulis adalah pelaku dan pengamat di otomasi industri sejak lebih dari
    dua dasawarsa yang lalu.Pekerjaannya melingkupi motor, drives dan proses
    otomasi. Telah berkarya pada beberapa perusahaan multi nasional dan saat ini memegang jabatan selaku General Manager pada perusahaan
    PT. Yuda Esa Sempurna Sejahtera.

    Untuk keterangan lebih jelas silahkan kunjungi website kami di:
    http://www.yess.bizweb.co.id atau http://www.yudaesa.com
    E-mail: info@yudaesa.com atau yuda@cbn.net.id
    Tel:  +62-21-54376065, 54372018, 5407091
    Fax: +62-21-54372260
    Mobile: +62-816 870 443


    2.   Star-Delta Starter

    Start dengan methode star-delta ini memanfaatkan penurunan tegangan yang
    dicatu ke motor saat stator motor terhubung dalam rangkaian bintang (star).
    Pada waktu start, yakni saat stator berada pada rangkaian bintang, arus motor
    hanya mengambil sepertiga dari arus motor seandainya motor distart dengan
    methode DOL.
    Berhubung torsi motor berbanding lurus dengan quadratis dari tegangan, maka
    dengan demikian torsi motor pada rangkaian bintang juga hanya sepertiga dari
    torsi pada rangkaian delta.

    Data data lengkap mengenai rangkaian star-delta tersusun jelas pada Tabel 1.


    Gambar 2: Rangkaian Star-Delta


    Tabel 1: Data Star-Delta

    Cara kerja
    Lihat gambar 3.
    Saat start, pertama-tama kontaktor utama K1 dan kontaktor bintang KY
    diaktifkan. Peralihan dari rangkaian bintang ke rangkaian delta terjadi pada
    kecepatan nD, yakni jika kecepatan motor sudah mencapai kira kira 80%
    dari kecepatan nominal. Caranya dengan pengaktifan kontaktor KD dan
    pada saat yang sama kontaktor KY dibuat tidak aktif.

    Bagian kurva Torsi terhadap Kecepatan yang diberi bayangan arsir adalah
    torsi asselerasi yang dibutuhkan untuk meng-asselerasi beban.
    Perhatikan torsi start pada rangkaian bintang harus selalu lebih besar dari
    torsi awal beban supaya motor dapat mengangkat beban dan ber-
    asselerasi menuju kecepatan nominal.

    Gambar 3: Star-Delta Starter

    Kesimpulan Star-Delta Starter:
    - Star-Delta Starter memanfaatkan tegangan catu yang lebih rendah pada
    rangkaian bintang saat start dengan konsequensi memperoleh torsi start
    yang lebih rendah. Torsi start turun menjadi 1/3 dari torsi awal atau
    Locked Rotor Torque (LRT).
    - Star-Delta mempunyai keunggulan dibandingkan dengan DOL-Starter
    karena arus start turun menjadi 1/3 dari arus start DOL.
    - Peralihan dari rangkaian bintang ke rangkaian delta biasanya dilakukan
    saat   kecepatan motor sudah mencapai kira kira 80% dari kecepatan
    nominal.
    - Sesaat motor sudah terlepas dari rangkaian bintang tetapi masih belum
    terhubung ke rangkaian delta, rotor masih berputar, demikian juga arus
    rotor masih mengalir di kumparan rotor. Ada flux magnetik sisa di rotor
    yang memotong kumparan stator.
    Terjadi tegangan induksi ke stator yang frequensinya tergantung dari
    kecepatan rotor saat itu.Kecepatan rotor saat itu tergantung sekali
    pada beban, apakah beban dengan inersia rendah atau beban dengan
    inersia tinggi. Saat motor terhubung ke rangkaian delta, terjadilah arus
    inrush yang sangat besar, yang mana nilainya dapat mencapai hingga
    2000 %  dalam durasi yang sangat pendek sekitar 200 ms (lihat gambar 4).
    Hal ini terjadi karena adanya perbedaan phasa yang sangat besar telah
    terjadi saat stator terhubung kembali ke jaringan listrik dalam rangkaian
    delta dengan flux dari rotor.
    Arus yang tinggi ini mengakibatkan terjadinya torsi kejut dan dapat
    memberikan dampak buruk bagi komponen transmisi dan komponen
    pemutus arus dari sistem drive tersebut.



    Gambar 4: Peralihan Star ke Delta




    Satu lagi dari kelemahan star-delta starter adalah apabila beban
    membutuhkan 40% dari torsi awal atau lebih untuk start maka
    kita terpaksa harus memilih motor induksi dengan satu frame size
    yang lebih besar.

    3. Start dengan Resistor Stator


    Star-Delta Starter mempunyai masalah tersendiri, yaitu arus inrush yang

    tinggi, walau hanya singkat, saat rotor berpindah dar rangkaian bintang
    ke rangkaian delta.
    Salah satu masalah yang dihadapai adalah mata kontak pada kontaktor
    yang sering lengket (efek las) sebagai akibat dari arus yang berlebihan.

    Cara pengaturan start dengan resistor adalah dengan memasukkan
    resistor disisi stator pada setiap phasa. Tahanan eksternal ini dihubung
    singkat secara bertahap sehingga tegangan yang jatuh pada resistor
    semakin berkurang dan seiring dengan itu tegangan ke motor semakin
    besar dan dengan demikian motor berputar mencapai kecepatan nominalnya.
    Mekanisme pengaturan ini sangat meyita tempat karena volumenya besar,
    selain itu investasinya juga mahal.

        

    Gambar 5: Start dengan Resistor Stator

    4.  Start dengan Transformator

    Cara lain start dengan penurunan tegangan adalah dengan memakai
    autotransformator. Autotrafo dipakai untuk menurunkan tegangan
    (step down). Umumnya autotrafo standar untuk start motor mempunyai
    3 tapping, yakni 50%, 65% dan 80% dari tegangan jaringan listrik.

    Gambar 6: Autotrafo

    Perbandingan tegangan jaringan dangan output dari trafo yang ke motor

    adalah  i = UL / UT sehingga arus start menjadi  1 / i2 lebih rendah

    dibandingkan dengan arus start jika motor distart secara langsung dari
    jaringan listrik (DOL). Torsi juga menjadi lebih rendah dan proporsional
    dengan faktor  1/ i2.

    Contoh sebuah rangkaian start dengan autotrafo diperlihatkan pada
    gambar 7. Rangkaian ini dikenal juga dengan rangkaian Korndoerfer.

    Setelah proses start selesai, melalui sebuah timer kita membuat kontaktor
    K1 dan K2 tidak aktif. dan membuat K3 aktif.

    Gambar 7: Rangkaian Start dengan Autotrafo

     


    Torsi start tergantung dari tapping autotrafo, tidak dapat disesuaikan
    dengan torsi beban. Penggantian step pada autotrafo dapat menimbulkan
    arus yang merusak. Sama seperti start dengan resistor, start dengan
    autotrafo juga mempunyai volume yang besar dan investasi yang mahal.

    Oleh: Amir Kasan Dipl. Ing.
    Penulis adalah pelaku dan pengamat di otomasi industri sejak lebih dari
    dua dasawarsa yang lalu. Pekerjaannya melingkupi motor, drives dan
    proses otomasi. Telah berkarya pada beberapa perusahaan multi nasional
    dan saat ini memegang jabatan selaku General Manager pada perusahaan
    PT. Yuda Esa Sempurna Sejahtera.

    Untuk keterangan lebih jelas silahkan kunjungi website kami di:
    http://www.yess.bizweb.co.id atau http://www.yudaesa.com
    E-mail: info@yudaesa.com atau yuda@cbn.net.id
    Tel: +62-21-54376065, 54372018, 5407091
    Fax: +62-21-54372260
    Mobile: +62-816 870 443


Posted in Uncategorized | Leave a comment

induksi

Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (ac) yang paling luas digunakan Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya, dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.

Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di industri maupun di rumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase dan motor induksi 1-fase. Motor induksi 3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri, sedangkan motor induksi 1-fase dioperasikan pada sistem tenaga 1-fase yang banyak digunakan terutama pada penggunaan untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin, lemari es, pompa air, mesin cuci dan sebagainya karena motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah.

3.1 Konstruksi Motor Induksi

Motor induksi pada dasarnya mempunyai 3 bagian penting sebagai berikut.

1. Stator : Merupakan bagian yang diam dan mempunyai kumparan yang dapat menginduksikan medan elektromagnetik kepada kumparan rotornya.

2. Celah : Merupakan celah udara: Tempat berpindahnya energi dari startor ke rotor.

3. Rotor : Merupakan bagian yang bergerak akibat adanya induksi magnet dari kumparan stator yang diinduksikan kepada kumparan rotor.

Konstruksi stator motor induksi pada dasarnya terdiri dari bahagian-bahagian sebagai berikut.

1. Rumah stator (rangka stator) dari besi tuang.

2. Inti stator dari besi lunak atau baja silikon.

3. Alur, bahannya sama dengan inti, dimana alur ini merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan stator).

4. Belitan (kumparan) stator dari tembaga.

Rangka stator motor induksi didisain dengan baik dengan empat tujuan yaitu:

1. Menutupi inti dan kumparannya.

2. Melindungi bagian-bagian mesin yang bergerak dari kontak langsung dengan manusia dan dari goresan yang disebabkan oleh gangguan objek atau gangguan udara terbuka (cuaca luar).

3. Menyalurkan torsi ke bagian peralatan pendukung mesin dan oleh karena itu stator didisain untuk tahan terhadap gaya putar dan goncangan.

4. Berguna sebagai sarana rumahan ventilasi udara sehingga pendinginan lebih efektif.

Berdasarkan bentuk konstruksi rotornya, maka motor induksi dapat dibagi menjadi dua jenis seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.1, yaitu.

1. Motor induksi dengan rotor sangkar (squirrel cage).

2. Motor induksi dengan rotor belitan (wound rotor)

a) Rangka Stator b) Rotor Belitan c) Rotor Sangkar

Gambar 3.1 Bentuk konstruksi dari motor induksi

Konstruksi rotor motor induksi terdiri dari bahagian-bahagian sebagai berikut.

1. Inti rotor, bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti stator.

2. Alur, bahannya dari besi lunak atau baja silikon sama dengan inti. Alur merupakan tempat meletakkan belitan (kumparan) rotor.

3. Belitan rotor, bahannya dari tembaga.

4. Poros atau as.

Diantara stator dan rotor terdapat celah udara yang merupakan ruangan antara stator dan rotor. Pada celah udara ini lewat fluks induksi stator yang memotong kumparan rotor sehingga meyebabkan rotor berputar. Celah udara yang terdapat antara stator dan rotor diatur sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil kerja motor yang optimum. Bila celah udara antara stator dan rotor terlalu besar akan mengakibatkan efisiensi motor induksi rendah, sebaliknya bila jarak antara celah terlalu kecil/sempit akan menimbulkan kesukaran mekanis pada mesin. Bentuk gambaran sederhana penempatan stator dan rotor pada motor induksi diperlihatkan pada gambar 3.2.

 

 

Gambar 3.2 Gambaran sederhana motor induksi dengan satu kumparan stator dan satu kumparan rotor

 

Tanda silang (x) pada kumparan stator atau rotor pada gambar 3.2 menunjukkan arah arus yang melewati kumparan masuk ke dalam kertas (tulisan ini) sedangkan tanda titik (.) menunjukkan bahwa arah arus keluar dari kertas.

Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns =, 120f/2p). Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor -konduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus; dan sesuai dengan Hukum Lentz, rotor pun akan turut berputar mengikuti medan putar stator. Perbedaan putaran relatif antara stator dan rotor disebut slip. Bertambahnya beban, akan memperbe sar kopel motor yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi. Bila beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun.

3.2. Prinsip Kerja Motor Induksi

Motor induksi bekerja berdasarkan induksi elektromagnetik dari kumparan stator kepada kumparan rotornya. Garis-garis gaya fluks yang diinduksikan dari kumparan stator akan memotong kumparan rotornya sehingga timbul emf (ggl) atau tegangan induksi dan karena penghantar (kumparan) rotor merupakan rangkaian yang tertutup, maka akan mengalir arus pada kumparan rotor. Penghantar (kumparan) rotor yang dialiri arus ini berada dalam garis gaya fluks yang berasal dari kumparan stator sehingga kumparan rotor akan mengalami gaya Lorentz yang menimbulkan torsi yang cenderung menggerakkan rotor sesuai dengan arah pergerakan medan induksi stator.Pada rangka stator terdapat kumparan stator yang ditempatkan pada slot-slotnya yang dililitkan pada sejumlah kutup tertentu. Jumlah kutup ini menentukan kecepatan berputarnya medan stator yang terjadi yang diinduksikan ke rotornya. Makin besar jumlah kutup akan mengakibatkan makin kecilnya kecepatan putar medan stator dan sebaliknya. Kecepatan berputarnya medan putar ini disebut kecepatan sinkron. Besarnya kecepatan sinkron ini adalah sebagai berikut.

wsink = 2pf (listrik, rad/dt) (3.1)

= 2pf / P (mekanik, rad/dt)

atau:

Ns = 60. f / P (putaran/menit, rpm) (3.2)

yang mana :

f = frekuensi sumber AC (Hz)

P = jumlah pasang kutup

Ns dan wsink = kecepatan putaran sinkron medan magnet stator

Prinsip kerja motor induksi berdasarkan macam fase sumber tegangannya dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut dibawah ini.

1. Sumber 3-fase

Sumber 3-fase ini biasanya digunakan oleh motor induksi 3-fase. Motor induksi 3-fase ini mempunyai kumparan 3-fase yang terpisah antar satu sama lainya sejarak 1200 listrik yang dialiri oleh arus listrik 3-fase yang berbeda fase 1200 listrik antar fasenya, sehingga keadaan ini akan menghasilkan resultan fluks magnet yang berputar seperti halnya kutup magnet aktual yang berputar secara mekanik. Bentuk gambaran sederhana hubungan kumparan motor induksi 3-fase dengan dua kutup stator diperlihatkan pada gambar 3.3.

 

F1

S3

F2

F3

S1

S2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.3 Bentuk hubungan kumparan motor induksi 3-fase dengan dua kutup stator

 

Berntuk gambaran fluk yang terjadi pada motor induksi 3-fasa diperllihatkan pada gambar 3.4 (fluks yang terjadi pada kumparan 3-fase diasumsikan sinusoidal seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.4a dengan arah fluks positif seperti gambar 3.4b)

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]&gt; SHAPE \* MERGEFORMAT &lt;![endif]–>

q

Fm

F

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]&gt; &lt;![endif]–>

Gambar 3.4 Fluks yang terjadi pada motor induksi 3-fase dari gambar 3.3

Bila dimisalkan nilai fluks maksimum yang terjadi pada salah satu fasenya disebut fm , maka resultan fluks fr pada setiap saat diperoleh dengan melakukan penjumlah vektor dari masing-masing fluks f1 , f2 dan f3 akibatpengaruh 3-fasenya. Bila nilai fr dihitung setiap 1/6 perioda dari gambar 3.4adengan mengambil titik-titik 0, 1, 2 dan 3 maka akan diperoleh bentuk gambaran perputaran fluks stator seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.5.

Bentuk perhitungan hingga terjadinya perputaran fluks magnet stator dari gambar 3.5 dapat diterangkan dengan memperhatikan kembali titik-titik 0, 1, 2 dan 3 pada gambar 3.4 sehingga didapatkan sebagai berikut.

(i) Saat q = 00 pada gambar 3.4a akan diperoleh :

f1 = 0, f2 = – [()/2] x fm , f3 = [()/2] x fm

Penjumlahan vektor dari ketiga vektor f1 ,f2 dan f3 ini menghasilkan vektor frseperti yang diperlihatkan pada gambar 5(i) dengan perhitungan :

fr = 2 x [()/2] x fm x cos (600/2) =  x [()/2] x fm = (3/2) fm

(ii) Saat q = 600 pada gambar 3.4a akan diperoleh :

f1 = [()/2] x fm , f2 = – [()/2] x fm , f3 = 0

Penjumlahan vektor dari ketiga vektor f1 ,f2 dan f3 ini menghasilkan vektor frseperti yang diperlihatkan pada gambar 5(ii) dengan perhitungan :

fr = 2 x [()/2] x fm x cos (600/2) =  x [()/2] x fm = (3/2) fm

Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap sebesar (3/2) fm dan berputar searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 60 0.

60 0

60 0

60 0

60 0

Fr = 1,5 Fm

Fr = 1,5 Fm

Fr = 1,5 Fm

Fr = 1,5 Fm

F2

F3

-F2

F1

-F2

F1

-F3

-F3

(iv) q = 180 0

(i) q = 0 0

(iii) q = 120 0

(ii) q = 60 0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.5Bentuk perputaran fluks stator dari gambar 3.4

(iii) Saat q = 1200 pada gambar 3.4a akan diperoleh :

f1 = [()/2] x fm , f2 = 0 ,f3 = – [()/2] x fm

Penjumlahan vektor dari ketiga vektor f1 ,f2 dan f3 ini menghasilkan vektor frseperti yang diperlihatkan pada gambar 2.4(iii) dengan perhitungan :

fr = 2 x [()/2] x fm x cos (600/2) =  x [()/2] x fm = (3/2) fm

Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi sebesar (3/2) fm dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 600 atau 1200 dari saat awal.

(iv) Saat q = 1800 pada gambar 3.4a akan diperoleh :

f1 = [()/2] x fm , f2 = – [()/2] x fm , f3 = 0

Penjumlahan vektor dari ketiga vektor f1 ,f2 dan f3 ini menghasilkan vektor frseperti yang diperlihatkan pada gambar 5(iv) dengan perhitungan :

fr = 2 x [()/2] x fm x cos (600/2) =  x [()/2] x fm = (3/2) fm

Di sini dapat dilihat bahwa resultan fluks yang dihasilkan adalah tetap lagi sebesar (3/2) fm dan berputar lagi searah jarum jam dengan besar sudut sebesar 600 atau 1800 dari saat awal.

Dari uraian yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Resultan fluks yang dihasilkan konstan sebesar (3/2) fm yaitu 1,5 kali fluks maksimum yang terjadi dari setiap fasenya.

2. Resultan fluks yang terjadi berputar disekeliling stator dengan kecepatan konstan sebesar 60.f /P (telah dijabarkan sebelumnya).

Besarnya fluks konstan yang terjadi pada motor induksi 3-fase juga dapat dibuktikan secara matematik. Dengan cara mengambil salah satu fase-1 sebagai referensi maka didapatkan sebagaiberikut.

Misalkan fluks yang dihasilkan oleh kumparan a‑a (fasa 1) pada saat “t” dapat dinyatakan dalam koordinat polar, yaitu :

f1 = fa cos f (3.3)

Dan fluks yang dihasilkan oleh kumparan b‑b (fasa 2) dan c‑c (fasa 3) masing‑masing adalah :

f2 = fb cos (f - 120°) (3.4)

f3 = fc cos (f - 240°) (3.5)

Karena amplitudo fluks berubah menurut waktu secara sinusoid, maka amplitudo fa, fb dan fc dapat dituliskan:

fa = fmaks cos wt (3.6)

fb = fmaks cos (wt - 120°) (3.7)

fc = fmaks cos (wt - 240°) (3.8)

Fluks resultan adalah jumlah ketiga fluks tersebut dan merupakan fungsi tempat (f) dan waktu (t).

ft(f,t) = fm cos wt cos f + fm cos (f - 120°) cos (wt - 120°) + fm cos (f - 240°) cos (wt - 240°)

Dengan memakai transformasi trigonometri dari :

cos a cos b = ½ cos (a - b) + ½ cos (a + b) (3.9)

didapat :

ft(f,t) = ½fm cos (f - wt) + ½fm cos (f + wt) + ½fm cos (f - wt) +

½fm cos (f + wt - 240°) + ½fm cos (f - wt) + ½fm cos (f + wt - 480°)

Suku kedua, keempat, dan keenam saling menghapuskan, maka diperoleh:

ft(f,t) = 1,5 fm cos (f - wt) (3.10)

 

 

2. Sumber 2-fasa atau 1-fasa

Pada dasarnya, prinsip kerja motor induksi 1-fasa sama dengan motor induksi 2-fasa yang tidak simetris karena pada kumparan statornya dibuat dua kumparan (yaitu kumparan bantu dan kumparan utama) yang mempunyai perbedaan secara listrik dimana antara masing-masing kumparannya tidak mempunyai nilai impedansi yang sama dan umumnya motor bekerja dengan satu kumparan stator (kumparan utama). Khusus untuk motor kapasitor-start kapasitor-run, maka motor ini dapat dikatakan bekerja seperti halnya motor induksi 2-fasa yang simetris karena motor ini bekerja dengan kedua kumparannya (kumparan bantu dan kumparan utama) mulai dari start sampai saat running (jalan).

Motor induksi 1-fase yang bekerja dengan satu kumparan stator pada saat running (jalan) dapat dikatakan bekerja bukan berdasarkan medan putar, tetapi bekerja berdasarkan gabungan medan maju dan medan mundur. Bila salah satu medan tersebut dibuat lebih besar maka rotornya akan berputar mengikuti perputaran medan ini. Bentuk gambaran proses terjadinya medan maju dan medan mundur ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori perputaran medan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.6.

-Fm

+Fm

Fm/2

Fm/2

Fm/2

Fm/2

Fm sin q

+q

-q

-q

+q

 

 

Gambar 3.6 Teori perputaran medan ganda pada motor induksi 1-fase

 

Gambar 3.6 memperlihatkan bahwa fluks sinusoidal bolak balik dapat ditampilkan sebagai dua fluks yang berputar, dimana masing-masing fluks bernilai setengah dari nilai fluks bolak-baliknya yang berputar dengan kecepatan sinkron dengan arah yang saling berlawanan. Gambar 3.6a memperlihatkan bahwa fluks total yang dihasilkan sebesar Fadalah akibat pengaruh dari masing-masing komponen fluks A dan B yang mempunyai nilai sama sebesar F/ 2 yang berputar dengan arah yang berlawanan. Setelah fluks A dan B berputar sebesar +q dan -q (pada gambar 3.6b) resultan fluks yang terjadi menjadi 2 x (Fm/2) sin (2q/2) = Fm sin q. Selanjutnya setelah seperempat lingkaran resultan fluks yang terjadi (gambar 3.6c) menjadi nol karena masing-masing fluks A dan B mempunyai harga yang saling menghilangkan. Setelah setengah lingkaran (gambar 3.6d) resultan fluks A dan b akan menghasilkan –2 x (Fm/2) = – Fm (arah berlawanan dengan gambar 3.6a). Selanjutnya setelah tigaperempat lingkaran (gambar 3.6e) resultan fluks A dan B yang terjadi kembali nol karena masing-masing fluks yang saling menghilangkan. Proses pada gambar 3.6 ini akan terus berlangsung sehingga terlihat bahwa medan fluks yang terjadi adalah medan maju dan medan mundur karena pengaruh fluks magnet bolak balik yang dihasilkan oleh sumber arus bolak balik.

3.3 Slip

Apabila rotor dari motor induksi berputar dengan kecepatan Nr, dan medan magnet stator berputar dengan kecepatan Ns, maka bila ditinjau perbedaan kecepatan relatif antara kecepatan medan magnet putar stator terhadap kecepatan rotor, ini disebut kecepatan slip yang besarnya sebagai berikut.

Kec.slip = Ns – Nr (3.11)

Kemudian slip (s) adalah :

S =  (3.12)

 

Frekuensi yang dibangkitkan pada belitan rotor adalah fdimana

f2 =  (3.13)

dengan: p = jumlah kutup magnet stator.

Sedangkan frekuensi medan putar stator adalah fl, di mana

f=  (3.14)

Dari persamaan–persamaan di atas akan diperoleh

=  f2 = sf(3.15)

 

Apabila, slip = 0 (karena Ns=Nr) maka f= 0. Apabila rotor ditahan slip = 1 (karena Nr= 0) maka f2 = f1. Dari persamaan f= sf1, diketahui bahwa frekuensi rotor dipengaruhi oleh slip. Oleh karena GGL induksi dan reaktansi pada rotor merupakan fungsi frekuensi maka besarnya juga turut dipengaruhi oleh slip. Besarnya GGL induksi efektif pada kumparan stator adalah :

E1 = 4,44 f1 N1 fm (3.16)

Selanjutnya, besarnya GGL induksi efektif pada kumparan rotor adalah :

E2S = 4,44 f2 N2 fm (3.17)

= 4,44 s f1 N2 fm

= s.E2

dimana :

E2 = GGL pada saat rotor diam (Nr = Ns)

E2S = GGL pada saat rotor berputar.

Selanjutnya karena kumparan rotor mempunyai reaktansi induktif yang dipengaruhi oleh frekuensi, maka dapat dibuatkan :

X2S = 2p f2 L2 (3.18)

= 2p s.f1 L2

= sX2

dengan :

X2S = reaktansi pada saat rotor berputar.

X= reaktansi pada saat rotor diam. (Nr = Ns).

 

3.4 Arus Rotor

Lilitan rotor dihubung singkat dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan sumber, arusnya diinduksikan oleh fluks magnet ber sama (f) antara stator dan rotor yang melewati celah udara, sehingga arus rotor ini bergantung kepada perubahan‑perubahan yang terjadi pada stator.

Apabila tegangan sumber V1 diberikan pada stator, pada stator timbul tegangan E1 yang diinduksikan oleh fluks‑fluks tersebut yang juga menimbulkan tegangan E pada rotor, (E2 = E1 pada saat rotor ditahan dan s E2 = E1 pada waktu motor berputar dengan slip s). Besarnya arus rotor I2 akan diimbangi dengan arus stator tapi dengan arah berlawanan agar fluks magnet bersama (fm) tetap konstan seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.7.

Gambar 3.7: Diagram vektor motor induksi dengan tinjauan sederhana

Pada slip s, arus rotor ditentukan oleh s E(GGL rotor) dan Z2(impedansi rotor), sehingga akan diperoleh:

I1== – I2 =  (3.19)

I1 ketinggalan sebesar j2 terhadap V1, dengan:

j2 = arc tan  (3.20)

 

3.5. Rangkaian Pengganti Motor Induksi 3-fasa

Motor induksi 3-fasa mempunyai kumparan stator dan kumparan rotor.Rangkaian pengganti rotor motor induksi ideal digambarkan pada gambar 3.8.

Gambar 3.8 Rangkaian pengganti rotor motor induksidengan tinjauan seder­hana.

 

GGL induksi pada rotor adalah sE2 = E1, jika dibuat E= E2 maka semua unsur yang ada di rotor harus dibagi dengan “s”, sehingga r2 menjadi  dans.X2 menjadi X2. Selanjutnya dapat juga dibuatkan :

(3.21)

dengann arus rotor I2 tetap sama dengan I2 sebelumnya. Bila dinamakan tahanan stator = r1 dan reaktansi induksi dari fluks bocor kumparan stator = X1, akan dapat dibuatkan rangkaian pengganti motor induksi 3-fasa perfasanya seperti gambar 3.9. Selanjutnya, bila rotor dilihat dari sisi stator akan diperoleh gambar 3.10 dengan rm (tahanan karena pengaruh rugi-rugi inti) dan Xm(reaktansi induktif magnet) pada inti. Gambar 3.10 merupakan gambar rangkaian pendekatan (ekivalen) motor induksi 3-fasa perfasa yang sudah merupakan standar untuk menganalisa rangkaian karena sisi rotor dilihat dari sisi stator.

 

Gambar 3.9. Rangkaian pengganti motor induksi 3-fasa perfasa

 

 

E2’=E1

 

 

 

Gambar 3.10 Rangkaian pengganti dengan rotor disesuaikan terhadap stator.

 

Gambar 3.10 memperlihatkan bahawa untuk menggabungkan rangkaian stator dan rangkaian rotor, rangkaian rotor harus disesuaikan dengan rangkaian stator. Apabila rangkaian rotor disesuaikan terhadap rangkaian stator maka rangkaian rotor dianggap mempunyai nilai yang sama dengan bayangan dari rangkaian stator itu sendiri, sehingga E1 = E2’. Selanjutnya untuk parameter-parameter yang lain pada sisi rotor juga diberik tanda ( ‘ ) seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.10.

 

3.6. Daya Motor Induksi

Dengan memperhatikan gambar 3.8 sampai dengan gambar 3.10 dapat dibuatkan besarnya daya aktif makanik yang ditransfer dari stator melalui celah udar ke rotor (Pg) sebesar.

Pg = I22 . = I22. () (3.22)

= (I2’)2 . = I22. ()

dan rugi-rugi daya aktif pada kumparan rotor (Pr2) sebesar:

Pr2 = I22 r2 = (I2’)2.r2 (3.23)

Selanjutnya daya aktif mekanik yang bermanfaat untuk menggerakkan rotor (Pm) sebesar:

Pm = I22 .  = (I2’)2 .  (3.24)

Bila dibuatkan perbandingan antara ketiga daya tersebut, dengan asumsi rugi-rugi putar diabaikan, maka dapat dibuatkan perbandingan sebagai berikut.

Pm : Pr= (1-s) : s (3.25)

Pg : Pm : Pr2 = 1: (1 ‑ s) : s (3.26)

Kemudian rugi-rugi daya aktif pada kumparan primer motor induksi 3-fasa perfasa (P1) dapat dibuatkan sebagai berikut.

P1 = I12 r1 (3.27)

Daya masukan motor induksi 3-fasa perfasa menjadi:

Pin = P2 + Pg (3.28)

Selanjutnya daya 3-fasanya dapat dibuatkan sebagai berikut.

Pin (3ph) = 3. Pin(3ph) (3.29)

Pin (3ph) = VL. IL. Cos  (3.30)

Dengan  = perbedaan sudut antara VL dan IL.

 

3.7 Torsi Motor Induksi

Torsi berhubungan dengan kemampuan motor untuk mesuplai beban mekanik. Oleh karena itu Torsi (T) secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut.

T =  (3.31)

Dengan : wr = kecepatan sudut (mekanik) dari rotor.

Dari persamaan (3.12) dapat dibuat bahwa Nr = Ns (1-s), sehingga diperoleh pula:

wr = ws (1-s) (3.32)

Bila dilihat torsi mekanik yang ditransfer pada rotornya (perhatikan gambar 3.10) akan diperoleh sebagai berikut.

Tg =  (3.33)

Dimana:

k =

a =

Ttorsi start yang dibutuhkan pada motor induksi dapat dihitung dengan memasukkan nilai s = 1 pada persamaan (3.33). Selanjutnya dengan memperhatikan persamaan 3.26, torsi mekanik yang bermanfaat untuk memutar rotor menjadi:

Tm =  (3.34)

Torsi maksimum dicapai pada , maka dari persamaan (3.33), maka diperoleh:

a (s2 + a2) – s.a (2s) = 0

s2 + a2 – 2 s2 = 0

s2 = a2

s = ± a (3.35)

Dari keadaan ini akan diperoleh torsi maksimum (Tmx) sebesar:

Tmx =  (3.36)

 

Torsi maksimum (1/2k) tersebut dicapai pada slip positif (mesin bertindak sebagai motor induksi) dan pada slip negatif (mesin bertindak sebagai generator induksi).

Hubungan antara torsi dan slip dinyatakan pada gambar 3.11.

 

Gambar 3.11 Hubungan antara torsi dan slip motor induksi

Dengan memperhatikan gambar 3.11 dapat dilihat bahwa:

- Pada kecepatan hipersinkron (kecepatan melebih kecepatan sinkron), slipnya negatif (biasanya kecil), mesin beroperasi sebagai generator induksi dengan torsi bekerja dengan arah yang berlawanan dengan putaran medan putar.

- Saat mesin bekerja pada kecepatan di antara standstill dan kecepatan sinkron, dengan slip positif antara 1 dan 0: Mesin berputar pada keadaan tanpa beban sehingga slipnya kecil sekali, GGL rotor juga kecil sekali, Z2(rotor circuit impedance) hampir R murni dan arus cukup untuk membangkitkan torsi dan memutar rotornya.

- Selanjutna beban mekanik dipasang pada poros sehingga putaran rotor makin lambat, slip naik, GGL rotor naik (besar maupun frekuensinya), menghasilkan arus dan torsi yang lebih besar.

- Jika motor induksi diputar berlawanan dengan arah putaran medan putar maka masih akan dihasilkan torsi yang bertindak sebagai rem dan terjadi penyerapan tenaga mekanik: Misal nya mesin dalam keadaan berputar dengan slip “s”, kemudian arah medan putar tiba‑tiba di balik, maka akan terjadi rotor mempunyai slip (2 ‑ s), kecepatan turun menuju nol dan dapat dibawa ke kondisi standstill. Cara ini adalah cara pengereman motor yang disebut dengan plugging.

 

3.8. Hubungan Antara Torsi dan Slip

Dari persamaan (34) terlihat bahwa untuk s = 0, T = 0 sehingga kurva dimulai dari titik 0. Pada kecepatan normal (mendekati kecepatan sinkron, harga (s.X2) sangat kecil dibanding harga r2‑nya, sehingga T = untuk r2 konstan.

Gambar 3.12. Grafik T = f(s) untuk bermacam-macam nilai r2 pada motor induksi

 

 

Apabila slip terus dinaikkan (dengan menambah beban motor) torsi (T) terus meningkat dan mencapai harga maksimum pada saat s = , torsi ini disebut pull ‑ out atau break ‑ down torque. Dengan bertambahnya beban, slip makin besar, putaran motor makin turun maka lama‑lama X2 meningkat terus sehingga “r2” dapat diabaikan bila dibandingkan terhadap (s.X2) sehingga bentuk kurva torsi ‑ slip sesudah mencapai titik maksimum berobah dalam setiap penambahan beban motor dimana torsi yang dihasilkan motor akan terus merosot, akibatnya putaran semakin pelan dan akhirnya berhenti. Pada prinsipnya daerah kerja dari motor berada di antara slip, s = 0 dan s =  saatmencapai torsi maksimum, perhatikan gambar 3.12. Dari gambar 3.12 terlihat bahwa nilai Tmaks tergantung dari “r2”, makin besar harga “r2” makin besar pula nilai slip untuk mencapai Tmaks.

 

3.9 Membalik Arah Putaran Motor Induksi 3-fasa

Untuk membalik putaran motor dapat dilaksanakan dengan menukar dua di antara tiga kawat dari sumber tegangannya seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.13.

 

Gambar 3.13 Cara membalik arah putaran motor induksi 3-fasa

 

 

3.10 Memilih Motor Listrik

Setiap motor listrik sebagai alat penggerak sudah mempunyai klasifikasi tertentu sesuai dengan maksud penggunaannya menurut kebutuhan yang diinginkan. Klasifikasi tiap motor listrik bisa dibaca pada papan nama (name plate) yang dipasang padanya sehingga untuk berbagai keperluan bisa dipilih motor yang sesuai.

Di dalam pemakaian sederhana, klasifikasi motor hanya dikenal menurut::

1. Tenaga output motor (HP).

2. Sistem tegangan (searah, bolak-balik, ukurannya, fasenya).

3. Kecepatan motor (rendah, sedan, tinggi).

Dalam pemakaian yang sederhana ini belum dicapai hal-hal lain yang sangat penting dalam memilih motor yang sesuai. Jadi dapat disimpulkan bahwa klasifikasi motor ini sangatlah luas mencakup dalam:

1. Hal-hal yang dibutuhkan oleh mesin-mesin yang digerakkan (driven machines) yang sesuai dengan: tenaga dan torsi yang dibutuhkan

2. Karakteristik beban dan macam-macam kerja yang diperlukan

3. Konstruksi mesin-mesin yang digerakkan

Hal-hal yang demikian akan memberikan pula macam-macam variasi bentuk dari motor termasuk alat-alat perlengkapannya (alat-alat pengusutan dan pengaturan).

3.11 Motor Induksi 1-fasa

Motor induksi 1-fasa biasanya tersedia dengan daya kurang dari 1 HP dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga dengan aplikasi yang sederhana, seperti kipas angin motor pompa dan lain sebagainya. Didasarkan pada cara kerjanya, maka motor ini dapat dikelompokan sebagai berikut :

1. Motor fase belah/fase bagi (split phase motor)

2. Motor kapasitor (capacitor motor)

a. Kapasitor start (capacitor start motor)

b. Kapasitor start-kapasitor jalan (capacitor start-capacitor run motor)

c. Kapasitor jalan (capacitor run motor)

3. Motor kutub bayangan (shaded pole motor)

Penjelasan dari jenis-jenis motor ini dijabarkan sebagai berikut di bawah ini.

3.11.1 Motor fase belah/fase bagi

Motor fase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang tersambung paralel dan mempunyai perbedaan fasa antara keduanya mendekati 90o listrik. Gambaran konstruksi dan bentuk rangkaian sederhana pemasangan kumparannya diperlihatkan pada gambar 3.14.

 

 

c)

 

 

 

 

 

b)

 

 

 

 

 

a)

 

 

 

Gambar 3.14 Bentuk konstruksi dan hubungan kumparan motor induksi fasa belah

 

Gambar 3.14a memperlihatkan letak kumparan utama dan kumparan bantu yang diatur berjarak 90o listrik, gambar 3.14b memperlihatkan hubungan kumparan utama dan kumparan bantu dalam rangkaiannya dan gambar 3.14c memperlihatkan hubungan arus dan tegangan yang terjadi pada kumparan motor induksi fasa belah. Di dalam prakteknya diusahakan antara arus kumparan bantu dan kumparan utamanya berbeda fasa mendekati 90 o listrik. Dengan cara ini maka kumparan motor menjadi seolah-olah seperti motor induksi dua fase yang akan dapat menghasilkan medan magnet yang seolah-olah berputar sehingga motor induksi ini dapat berputar sendiri (self starting).

Pada motor fase boleh, “kumparan utama” mempunyai tahanan murni rendah dan reaktansi tinggi, sebaliknya “kumparan bantu” mempunyai tahanan murni yang tinggi tetapi reaktansinya rendah. Tahanan murni kumparan bantu dapat dipertinggi dengan menambah R yang disambung secara seri dengannya (disebut motor resistor) atau dengan menggunakan kumparan kawat yang diameternya sangat kecil. Bila pada kumparan bantuk diberik kapasitor, maka motor ini disebut motor kapasitor (capacitor motor). Motor fase belah ini biasanya sering disebut motor resistor saja, sedangkan untuk motor kapasitor jarang disebut sebagai motor fase belah karena walaupun prinsipnya adalah membagi dua fasa tetapi nilai perbedaan fasanya hampir mendekati 90o, sehingga kerjanya mirip dengan motor induksi 2-fasa dan umum disebut sebagai motor kapasitor saja. Untuk memutuskan arus, kumparan Bantu dilengkapi dengan saklar pemutus ‘S’ yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. Alat ini secara otomatis akan memutuskan setelah motor mencapai kecepatan 75% dari kecepatan penuh. Pada motor fase belah yang dilengkapi saklar pemutus kumparan bantu biasanya yang dipakai adalah saklar sentrifugal. Khusus untuk penerapan motor fase belah ini pada lemari es biasanya digunakan rele.

3.11.2 Motor kapasitor

Motor kapasitor merupakan bagian dari motor fasa belah, namun yang membedakan kedua motor tersebut adalah pada saat kondisi start motor. Motor kapasitor ini menggunakan kapasitor pada saat startnya yang dipasang secara seri terhadap kumparan bantu. Motor kapasitor ini umumnya digunakan pada kipas angin, kompresor pada kulkas (lemari es), motor pompa air, dan sebagainya. Pada lemari es umumnya memakai rele sebagai saklar sentrifugalnya. Berdasarkan penggunaan kapasitor pada motor kapasitor, maka motor kapasitor ini dapat dibagi dalam hal sebagai berikut di bawah ini.

1. Motor kapasitor start (capacitor start motor)

Pada motor kapasitor, pergeseran fase antara arus kumparan utama (Iu) dan arus kumparan bantu (Ib) didapatkan dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantunya seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.15.

Gambar 3.15 Bagan rangkaian motor kapasitor dan diagram vektor Iu dan Ib

Kapasitor yang digunakan pada umumnya adalah kapasior elektrolik yang pemasangannya tidak permanen pada motor (sebagai bagian yang dapat dipisahkan). Kapasitor start direncanakan khususnya untuk waktu pemakaian yang singkat, sekitar 3 detik, dan tiap jam hanya 20 kali pemakaian. Bila saat start dan setelah putaran motor mencapai 75% dari kecepatan penuh, saklar sentrifugal (CS) otomatis akan terbuka untuk memutuskan kapasitor dari rangkaian, sehingga yang tinggal selanjutnya hanya kumparan utama saja.. Pada sebahagian motor ini ada yang menggunaan rele sebagai saklar sentifugalnya. Ada 2 bentuk pemasangan rele yang biasa digunakan yaitu penggunaan rele arus dan rele tegangan seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.16 dan gambar 3.17.

Gambar 3.16 Bentuk penggunaan rele arus dalam rangkaian

Arus start yang dihasilkan pada gambar 3.16 cukup besar sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele sanggup untuk menarik kontak NO (normally open) menjadi menutup (berhubungan), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka arus motor sudah turun menjadi kecil kontak NO yang terhubung tadi terlepas kembali karena medan magnet yang dihasilkan tidak sanggup untuk menarik kontak NO sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.

Gambar 3.17 Bentuk penggunaan rele tegangan dalam rangkaian

Tegangan awal saat start yang dihasilkan pada rele gambar 3.17 masih kecil sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh rele tidak sanggup untuk menarik kontak NC (normally close) menjadi terbuka (memisah), setelah motor berjalan dan mencapai kecepatan 75% kecepatan nominalnya, maka tegangan pada rele sudah naik menjadi normal sehingga kontak NC yang terlepas tadi terhubung karena medan magnet yang dihasilkan rele sanggup untuk menarik kontak NC menjadi terbuka sehingga kapasitor dilepaskan lagi dari rangkaian.

Disamping itu, penggunaan kapasitor start pada motor kapasitor dapat divariasikan misalnya dengan tegangan tegangan ganda seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.18.

Gambar 3.18 Motor kapasitor start tegangan ganda, putaran satu arah.

Untuk penggunaan tegangan rendah pada gambar 3.18, kumparan utama I dan kumparan utama II diparalel dengan cara terminal 1 dikopel dengan 3, terminal 2 dikopel dengan 4, kemudian terminal 1 dan 2 diberikan untuk sumber tegangan. Untuk tegangan tingginya, kumparan utama I dan kumparan utama II dihubungkan secara seri, kemudian terminal 1 dikopel dengan 4 dan terminal 3 dan 2 untuk sumber tegangan.

Motor kapasitor start yang sederhana juga dapat diperlengkapi dengan pengaturan kecepatan dan pembalik arah putaran seperti yang diperlihatkan pada contoh berikut di bawah ini.

a. Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan arah putaran yang dapat dibalik (three leads reversible capacitor start motor) diperlihatkan pada gambar 3.19.

Gambar 3.19 Motor kapasitor start dengan 3 ujung dengan pembalik arah putaran

 

b. Motor kapasitor start 2 kecepatan seperti yang diperlihatkan pada gambar3.20.

Gambar 3.20 Motor kapasitor start 2 kecepatan.

Bila saklar diatur pada posisi low pada gambar 3.20, motor berputar lambat, sedangkan bila saklar diatur pada posisi high, motor berputar lebih cepat, karena kumparan cepat (high run) mempunyai jumlah kutub sedikit sedangkan kumparan lambat (low run) mempunyai jumlah kutub yang lebih banyak.

c. Motor kapasitor start dengan 2 kumparan dan menggunakan 2 buah kapasitor seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.21.

-

Gambar 3.21 Motor kapasitor start dengan 2 kecepatan dan menggunakan 2 buah kapasitor.

 

2. Motor kapasitor start dan jalan (capacitor start-capacitor run motor).

Pada dasarnya motor ini sama dengan capasitor start motor, hanya saja pada motor jenis ini kumparan bantunya mempunyai 2 macam kapasitor dan salah satu kapasitornya selalu dihubungkan dengan sumber tegangan (tanpa saklar otomatis). Motor ini menggunakan nilai kapasitansi yang berbeda untuk kondisi start dan jalan. Dalam susunan pensaklaran yang biasa, kapasitor start yang seri dengan saklar start dihubungkan secara paralel dengan kapasitor jalan dan kapasitor yang diparalelkan itu diserikan dengan kumparan bantu.

Penggunaan kapasitor start dan jalan yang terpisah memungkinkan perancangan motor memilih ukuran optimum masing-masing, yang menghasilkan kopel start yang sangat baik dan prestasi jalan yang baik. Tipe kapasitor yang digunakan pada motor kapasitor ini adalah tipe elektrolit dan tipe berisi minyak. Rancangan motor ini biasanya hanya digunakan untuk penggunaan motor satu fasa yang lebih besar dimana khususnya diperlukan untuk kopel start yang tinggi. Keuntungan dari motor jenis ini adalah :

1. Mempertinggi kemampuan motor dari beban lebih.

2. Memperbesar cos j (faktor daya).

3. Memperbesar torsi start,

4. Motor bekerja lebih baik (putaran motor halus).

Motor jenis ini bekerja dengan menggunakan kapasitor dengan nilai yang tinggi (besar) pada saat startnya, dan setelah rotor berputar mencapai kecepatan 75% dari kecepatan nominalnya, maka kapasitor startnya dilepas dan selanjutnya motor bekerja dengan menggunakan kapasitor jalan dengan nilai kapasitor yang lebih rendah (kapasitas kecil) agar motor dapat bekerja dengan lebih baik. Bentuk gambaran motor jenis ini diperlihatkan pada gambar 3.22. Pertukaran harga kapasitor dapat dicapai dengan dua cara sebagai berikut.

a) Dengan menggunakan dua kapasitor yang dihubungkan secara paralel pada rangkaian bantu, kemudian setelah saklar otomatis bekerja maka hanya sebuah kapasitor yang terhubung secara seri dengan kumparan bantu (gambar 3.22a)

b) Dengan memasang sebuah kapasitor yang dipasang secara paralel dengan ototransformator step up (gambar 3.22b).

a) b)

Gambar 3.22 Cara mendapatkan pertukaran harga kapasitor

3. Motor kapasitor jalan (capacitor run motor).

Motor ini mempunyai kumparan bantu yang disambung secara seri dengan sebuah kapasitor yang terpasang secara permanen pada rangkaian motor. Kapasitor ini selalu berada dalam rangkaian motor, baik pada waktu start maupun jalan, sehingga motor ini tidak memerlukan saklar otomatis. Oleh karena kapasitor yang digunakan tersebut selalu dipakai baik pada waktu start maupun pada waktu jalan maka harus digunakan kapasitor yang memenuhi syarat tersebut yaitu kapasitor yang berjenis kondensator minyak, atau kondensator kertas minyak. Pada umumnya kapasitor yang digunakan berkisar antara 2 sampai 20m F, bentuk hubungannya pada rangkaian motor diperlihatkan pada gambar 3.23 dengan jenis dua arah putaran.

Gambar 3.23 Motor kapasitor jalan yang bekerja dengan 2 arah putaran (maju dan mudur) dengan kumparan utama sama dengan kumparan bantu.

 

Pada gambar 3.23, waktu putaran kanan, kumparan A diseri dengan kapasitor dan kumparan B bertindak sebagai kumparan utama, sedangkan pada waktu putaran kiri, kumparan B diseri dengan kapasitor dan berfungsi sebagai kumparan bantu, sehingga kumparan A sekarang berfungsi sebagai kumparan utama. Selanjutnya pada gambar 3.24 diperlihatkan contoh penerapan motor kapasitor jalan yang dapat diatur kecepatannya yang biasa diterapkan pada kipas angin.

Gambar 3.24 Motor kapasitor jalan (permanen) dengan 2 kecepatan.

Untuk menentukan berapa besar kapasitor yang harus dipasang pada motor, secara umum diterapkan diperlihatkan pa

3.11.3 Motor kutup bayangan

Motor kutub bayangan (Shaded pole) ini menggunakan kutup magnet stator yang dibelah dan diberi cincin pada bagian kutup yang kecil yang disebut kutup bayangan, dan sisi kutup yang besar disebut kutub pokok (Un shaded pole) dengan rotor yang biasa digunakan adalah rotor sangkar tupai seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.25. Motor kutub bayangan ini biasanya diterapkan untuk kapasitas yang kecil dan sering dijumpai pada motor‑motor kipas angin yang kecil.

a) bentuk kutup 4 b) kutup bayangan diberi cicin

Gambar 3.25 Kutub utama dan kutub bayangan motor kutub bayangan

Gambar 3.25b menunjukkan sebuah kutub dari motor kutub bayangan, kira‑kira 1/3 dari kutub diberi alur yang selanjutnya dilingkari (diberi cincin) dengan satu lilitan hubung singkat (CU Coil) dan dikenal dengan kumparan bayangan (shading coil). Kutub yang diberi cincin ini dikenal dengan nama kutub bayangan, dan bagian lainnya yang besar dikenal dengan kutup bukan bayangan (Un shaded pole). Medan putar yang dihasilkan pada motor jenis ini adalah karena adanya induksi pada cincin hubung singkat yang terdapat pada kutub bayangan yang berasal dari pengaruhi induksi magnet pada kutup yang lainya, sehingga motor ini menghasilkan fluks magnet yang berputar.

 

motor sinkrom

Motor Sinkron adalah mesin sinkron yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Mesin sinkron mempunyai kumparan jangkar pada stator dan kumparan medan pada rotor. Kumparan jangkarnya berbentuk sama dengan mesin induksi, sedangkan kumparan medan mesin sinkron dapat berbentuk kutub sepatu (salient) atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Arus searah (DC) untuk menghasilkan fluks pada kumparan medan dialirkan ke rotor melalui cincin dan sikat.

 

2.1 Prinsip Kerja Motor Sinkron

Gambar 2.1 Terjadinya torsi pada motor sinkron (a) tanpa beban (b) kondisi berbeban (c) kurva karakteristik torsi

 

Gambar 2.1 memperlihatkan keadaan terjadinya torsi pada motor sinkron. Keadaan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: apabila kumparan jangkar (pada stator) dihubungkan dengan sumber tegangan tiga fasa maka akan mengalir arus tiga fasa pada kumparan. Arus tiga fasa pada kumparan jangkar ini menghasilkan medan putar homogen (BS). Berbeda dengan motor induksi, motor sinkron mendapat eksitasi dari sumber DC eksternal yang dihubungkan ke rangkaian rotor melalui slip ring dan sikat. Arus DC pada rotor ini menghasilkan medan magnet rotor (BR) yang tetap. Kutub medan rotor mendapat tarikan dari kutub medan putar stator hingga turut berputar dengan kecepatan yang sama (sinkron). Torsi yang dihasilkan motor sinkron merupakan fungsi sudut torsi (d). Semakin besar sudut antara kedua medan magnet, maka torsi yang dihasilkan akan semakin besar seperti persamaan di bawah ini.

T = k .BR .Bnet sin d (2.1)

Pada beban nol, sumbu kutub medan putar berimpit dengan sumbu kumparan medan (d = 0). Setiap penambahan beban membuat medan motor “tertinggal” dari medan stator, berbentuk sudut kopel (d); untuk kemudian berputar dengan kecepatan yang sama lagi. Beban maksimum tercapai ketika d= 90o. Penambahan beban lebih lanjut mengakibatkan hilangnya kekuatan torsi dan motor disebut kehilangan sinkronisasi. Oleh karena pada motor sinkron terdapat dua sumber pembangkit fluks yaitu arus bolak-balik (AC) pada stator dan arus searah (DC) pada rotor, maka ketika arus medan pada rotor cukup untuk membangkitkan fluks (ggm) yang diperlukan motor, maka stator tidak perlu memberikan arus magnetisasi atau daya reaktif dan motor bekerja pada faktor daya = 1,0. Ketika arus medan pada rotor kurang (penguat bekurang), stator akan menarik arus magnetisasi dari jala-jala, sehingga motor bekerja pada faktor daya terbelakang (lagging). Sebaliknya bila arus pada medan rotor belebih (penguat berlebih), kelebihan fluks (ggm) ini harus diimbangi, dan stator akan menarik arus yang bersifat kapasitif dari jala-jala, dan karenanya motor bekerja pada faktor daya mendahului (leading). Dengan demikian, faktor daya motor sinkron dapat diatur dengan mengubah-ubah harga arus medan (IF)

 

2.2 Rangkaian Ekuivalen Motor Sinkron

Motor sinkron pada dasarnya adalah sama dengan generator sinkron, kecuali arah aliran daya pada motor sinkron merupakan kebalikan dari generator sinkron. Oleh karena arah aliran daya pada motor sinkron dibalik, maka arah aliran arus pada stator motor sinkron juga dapat dianggap dibalik. Maka rangkaianekuivalen motor sinkron adalah sama dengan rangkaian ekuivalen generator sinkron, kecuali arah arus Ia dibalik. Bentuk rangkaian ekuivalen motor sinkron diperlihatkan pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Rangkaian ekuivalen motor sinkron

Dari gambar 2.2 dapat dibuatkan persamaan tegangan rangkaian ekuivalen motor sinkron sebagai berikut.

Vq= Ea + Ia.Ra + jIa.XS (2.2)

atau :

Ea = Vq- Ia.Ra – jIa.XS (2.3)

2.3 Kurva Karakteristik Torsi-Kecepatan Motor Sinkron

Motor sinkron pada dasarnya merupakan alat yang menyuplai tenaga ke beban pada kecepatan konstan. Kecepatan putaran motor adalah terkunci pada frekuensi listrik yang diterapkan, oleh karena itu kecepatan motor adalah konstan pada beban bagaimanapun. Kecepatan motor yang tetap ini dari kondisi tanpa beban sampai torsi maksimum yang bisa disuplai motor disebut torsi pullout. Bentuk karakteristik torsi terhadap kecepatan ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.3 Karakteristik torsi – kecepatan

Dengan mengacu kebali ke persamaan (2.3) dapat dibuatkan kembali persamaan torsi motor sinkron sebagai berikut.

(2.4)

Torsi maksimum motor terjadi ketika d = 90°. Umumnya torsi maksimum motor sinkron adalah tiga kali torsi beban penuhnya. Ketika torsi pada motor sinkron melebihi torsi maksimum maka motor akan kehilangan sinkronisasi. Dengan mengacu kembali ke persamaan (2.1) dan (2.4), maka persamaan Torsi maksimum (pullout) motor sinkron dapat dibuatkan sebagai berikut.

(2.5)

atau

(2.6)

Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa semakin besar arus medan, maka torsi maksimum motor akan semakin besar.

 

2.4 Pengaruh Perubahan Beban Pada Motor Sinkron

 

Gambar 2.4 Pengaruh perubahan beban pada motor sinkron

Gambar 2.4 memberikan gambaran bentuk pengaruh perubahan beban pada motor sinkron. Jika beban dihubungkan pada motor sinkron, maka motor akan membangkitkan torsi yang cukup untuk menjaga motor dan bebannya berputar pada kecepatan sinkron. Misal mula-mula motor sinkron beroperasi pada faktor daya mendahului (leading). Jika beban pada motor dinaikkan, putaran rotor pada asalnya akan melambat. Ketika hal ini terjadi, maka sudut torsi d menjadi lebih besar dan torsi induksi akan naik. Kenaikan torsi induksi akan menambah kecepatan rotor, dan motor akan kembali berputar pada kecepatan sinkron tapi dengan sudut torsi d yang lebih besar.

 

2.5 Pengaruh Pengubahan Arus Medan pada Motor Sinkron

Kenaikan arus medan IF menyebabkan kenaikan besar Ea tetapi tidak mempengaruhi daya real yang disuplai motor. Daya yang disuplai motor berubah hanya ketika torsi beban berubah. Oleh karena perubahan arus medan tidak mempengaruhi kecepatan dan beban yang dipasang pada motor tidak berubah sehingga daya real yang disuplai motor tidak berubah, dan tegangan fasa sumber juga konstan, maka jarak daya pada diagram fasor (Ea.sin d dan Ia.cosq) juga harus konstan. Ketika arus medan dinaikan, maka Ea naik, tetapi ia hanya bergeser di sepanjang garis dengan daya konstan. Gambaran hubungan pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.5 Pengaruh kenaikan arus medan pada motor sinkron

Ketika nilai Ea naik, besar arus Ia mula-mula turun dan kemudian naik lagi. Pada nila Ea rendah, arus jangkar Ia adalah lagging dan motor bersifat induktif. Ia bertindak seperti kombinasi resitor-induktor dan menyerap daya reaktif Q. Ketika arus medan dinaikkan, arus jangkar menjadi kecil dan pada akhirnya menjadi segaris (sefasa) dengan tegangan. Pada kondisi ini motor bersifat resistif murni. Ketika arus medan dinaikkan lebih jauh, maka arus jangkar akan menjadi mendahului (leading) dan motor menjadi beban kapasitif. Ia bertindak seperti kombinasi resistor-kapasitor menyerap daya reaktif negatif –Q (menyuplai daya reaktif Q ke sistem). Hubungan antara arus jangkar Iadengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap akan merupakan kurva yang berbentuk V seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

 

Gambar 2.6 Kurva V hubungan antara arus jangkar Ia dengan arus medan IF untuk satu beban (P) yang tetap pada motor sinkron

Beberapa kurva V digambarkan untuk level daya yang berbeda. Arus jangkar minimum terjadi pada faktor daya satu dimana hanya daya real yang disuplai ke motor. Pada titik lain, daya reaktif disuplai ke atau dari motor. Untuk arus medan lebih rendah dari nilai yang menyebabkan Ia minimum, maka arus jangkar akan tertinggal (lagging) dan menyerap Q. Oleh karena arus medan pada kondisi ini adalah kecil, maka motor dikatakan under excitation. Untuk arus medan lebih besar dari nilai yang menyebabkan Ia minimum, maka arus jangkar akan mendahului (leading) dan menyuplai Q. Kondisi ini disebut over excitation.

 

2.6 Kondensor Sinkron

Telah diterangkan sebelumnya bahwa apabila motor sinkron diberi penguatan berlebih, maka untuk mengkompensasi kelebihan fluks, dari jala-jala akan ditarik arus kapasitif. Karena itu motor sinkron (tanpa beban) yang diberi penguat berlebih akan berfungsi sebagai kapasitor dan mempunyai kemampuan untuk memperbaiki faktor daya. Motor sinkron demikian disebut kondensor sinkron.

 

2.7 Daya Reaktif

Motor sinkron tanpa beban dalam keadaan penguatan tertentu dapat menimbulkan daya reaktif. Perhatikan diagram vektor motor sinkron tanpa beban pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.7 Diagram vektor daya reaktif motor sinkron tanpa beban

Pada gambar (a), penguatan normal, sehingga V = E. Motor dalam keadaan mengambang karena tidak memberikan ataupun menarik arus. Vberimpit dengan E karena dalam keadaan tanpa beban sudut daya d = 0. Pada gambar (b), penguatan berlebih, sehingga E >V. Arus kapasitif (leading current) ditarik dari jala-jala. Daya aktif P = VI cos q = 0. Jadi, motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat kapasitif (kapasitor). Pada gambar (c), penguatan berkurang, sehingga E < V. Arus magnetisasi (lagging current) ditarik dari jala-jala. Jadi, motor berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif yang bersifat induktif (induktor).

 

2.8 Starting Motor Sinkron

Pada saat start ( tegangan dihubungkan ke kumparan stator) kondisi motor adalah diam dan medan rotor BR juga stasioner, medan magnet stator mulai berputar pada kecepatan sinkron. Saat t = 0, BR dan BS adalah segaris, maka torsi induksi pada rotor adalah nol. Kemudian saat t = ¼ siklus rotor belum bergerak dan medan magnet stator ke arah kiri menghasilkan torsi induksi pada rotor berlawanan arah jarum jam. Selanjutnya pada t = ½ siklus BR dan BS berlawanan arah dan torsi induksi pada kondisi ini adalah nol. Pada t = ¾ siklus medan magnet stator ke arah kanan menghasilkan torsi searah jarum jam. Demikian seterusnya pada t = 1 siklus medan magnet stator kembali segaris dengan medan magnet rotor. Bentuk hubungan Torsi motor sinkron pada kondisi start ini diperlihatkan pada gambar di bawah ini.

Gambar 2.8 Torsi motor sinkron pada kondisi start

Selama satu siklus elektrik dihasilkan torsi pertama berlawanan jarum jam kemudian searah jarum jam, sehingga torsi rata-rata pada satu siklus adalah nol. Ini menyebabkan motor bergetar pada setiap siklus dan mengalami pemanasan lebih. Tiga pendekatan dasar yang dapat digunakan untuk menstartmotor sinkron dengan aman adalah.

1. Mengurangi kecepatan medan magnet stator pada nilai yang rendah sehingga rotor dapat mengikuti dan menguncinya pada setengah siklus putaran medan magnet. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi frekuensi tegangan yang diterapkan.

2. Menggunakan penggerak mula eksternal untuk mengakselarasikan motor sinkron hingga mencapai kecepatan sinkron, kemudian penggerak mula dimatikan (dilepaskan).

3. Menggunakan kumparan peredam (damper winding) atau dengan membuat kumparan rotor motor sinkron seperti kumparan rotor belitan pada motor induksi (hanya saat start).

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

final 2010 2011

Ferguson: Barca Pantas Dijadikan Kiblat

Liputan 6Liputan 6 – 1 jam 46 menit lalu

Konten Terkait

Liputan6.com, Manchester: Bos Manchester United Sir Alex Ferguson mengklaim klub-klub di Inggris tidak akan mampu menyamai permainan cantik ala Barcelona. Ferguson menyatakan hal itu dua hari setelah tim asuhannya dibenamkan Barcelona pada final Liga Champions di Wembley, Sabtu (28/5).

Ferguson bergabung dengan pasukannya dalam acara parade di atas bus dengan atap terbuka kemarin, Senin (30/5). Meski gagal menjuarai Liga Champions, The Red Devils mampu menjuarai liga Inggris untuk ke-19 kali yang memecahkan rekor milik Liverpool sebelumnya.

Menurut Ferguson, blueprint sepakbola di Inggris harus diubah. Satu filosofi yang harus dicontoh dari Barca yakni soal penanganan pemain muda.

Kami hanya diperkenankan menangani langsung pemain muda selama sejam dalam setengah minggu. Pelatih Barcelona bisa melakukannya setiap jam dan setiap hari jika mereka menginginkan. Filosofi itu begitu hebat dan akan sangat membantu pengembangan si pemain secara signifikan, ujar Ferguson yang tinm asuhannya dikalahkan Barca 1-3.

Di Barca, para pemain muda dilatih reguler oleh pelatih kepala yang dibantu sejumlah staf sejak usia dini. Inggris berbeda. Untuk usia 10 sampai 18 tahun, mereka hanya menerima program latihan dengan bimbingan langsung pelatih selama 2.000 sampai 3.000 jam. Sedangkan di Barca, pemain muda menerima program 8.000 jam.

Meski tidak segemerlap jika MU mampu mengalahkan Barca, Ferguson tetap antusias dalam parade kemarin. Satu komentar yang membakar semangat fans MU yakni, Apakah kalian menyaksikan perayaan ini Merseyside Merseyside merupakan kota metropolitan yang di dalamnya terdapat Liverpool.(DIM/Daily Mail)

Sepak Bola

29 Mei 2011 | 05:40 wib

Barcelona Juara Liga Champions 2010/2011

image

London, CyberNews. Barcelona akhirnya menjadi kampiun Liga Champions musim 2010/2011 usai secara gemilang (kembali) menaklukkan Manchester United dengan skor telak 3-1 di partai puncak Liga Champions yang dihelat di Wembley Stadium, Minggu (29/5) dinihari WIB. Kemenangan ini juga memupus mimpi Sir Alex Ferguson untuk membalas dendam.

Ini merupakan trofi Champions yang keempat bagi Barca dan menyamai raihan trofi milik Bayern Muenchen dan Ajax Amsterdam. Kemenangan ini juga menjadi yang kedua bagi Barcelona di tanah Wembley sejak tahun 1992 saat kompetisi masih bernama Piala Eropa dan venue masih old Wembley, The Twin Towers.

Bermain di ‘kandang’ lawan, justru tidak membuat Barcelona jeri. Malah sebaliknya mereka mendominasi permainan dan terus memberikan tekanan konstan ke kubu The Reds Devils. Puncaknya di menit 27, Pedro berhasil membuka skor setelah menerima umpan terobosan Xavi Hernandez.

Namun, keunggulan La Blaugrana tidak bertahan lama dan hanya berselang enam menit Wayne Rooney menghidupkan publik Wembley setelah berhasil membobol jala Victor Valdes usai bekerja sama dengan Ryan Giggs. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Diparuh kedua dominasi Barcelona tak juga mengendur dan terus memegang penuh kendali permainan. Menit 54, Lionel Messi membawa Barcelona berbalik unggul usai sepakannya dari luar kotak penalti tak kuasa diredam Van Der Sar. Messi pun sukses menyamai rekor gol terbanyak Champions milik Ruud Van Nistelrooy yang mampu mengemas 12 gol dalam semusim.

Derita MU tak berhenti sampai di situ. Di menit 68, David Villa makin mempertegas keunggulan Barcelona setelah sepakan terarahnya dari luar kotak penalti bersarang mulus di jala Van Der Sar. Gol ini sendiri diawali dengan koordinasi buruk lini belakang MU.

Di sisa waktu yang ada, Barca dengan gaya khasnya tetap mempertahankan penguasaan bola dengan sebaik mungkin. Bahkan statistik mencatat, Barcelona unggul 70 persen berbanding 30 persen dalam penguasaan bola. Skor 3-1 bertahan hingga wasit Viktor Kassai meniupkan peluit panjang. Barcelona pun resmi menjadi juara Liga Champions 2010/2011.

(Andika Primasiwi, GLCM/CN26)

Barcelona Memang Luar Biasa
Dibaca: 89935
|
Share:

BARCELONA memang luar biasa. Komentar itu pantas diberikan kepada klub Catalonia ini. Mereka tidak hanya memamerkan permainan cerdas dan efektif, tetapi juga menghiasi reputasinya dengan berbagai gelar.

Terlepas dari tuduhan bahwa pemainnya suka berlebihan jika ditekel lawan, Barcelona tetap menunjukkan sebagai tim hebat yang sulit dicari tandingannya. Wajar jika klub sebesar Manchester United (MU) dipaksa bertekuk lutut 1-3 di Stadion Wembley dalam final Liga Champions 2010-11, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB.

Ada banyak hal dari sisi “El Barca” yang pantas mendapat pujian. Secara tim, mereka memiliki sistem permainan yang sangat rapi. Hebatnya, sistem ini tak mudah dirusak oleh siapa pun dan dengan cara apa pun.

Pressing football yang diperagakan MU di awal pertandingan memang sempat membuat Barca kesulitan berkembang. Tetapi, hebatnya, dalam waktu singkat, Barca langsung mampu mengatasinya. Sistem dan gaya permainan Barca pun muncul semakin sempurna, yang memaksa MU untuk ganti bertahan. Statistik menunjukkan, Barca menguasai 68 persen permainan dan MU hanya kebagian 32 persen.

Permainan ini menjadi kuat karena didukung kekompakan yang tak kalah luar biasa. Semua pemain Barca seperti menyatu jiwa dan raga untuk bergerak, berpenetrasi, dan bertahan, tanpa harus diteriaki. Semua seolah berjalan secara otomatis meski dalam alur gerakan yang cepat.

Kekompakan itu juga didukung kemampuan dan keterampilan individu yang nyaris sempurna. Umpan, terobosan, kontrol bola, dan penyelesaian Barcelona sangat akurat dan rapi meski dalam tempo yang cepat. Ini yang membuat permainan Barcelona sangat efisien. Soal hal ini, rasanya Barca belum ada bandingnya. Pemain lawan pun kesulitan menahan gempuran Barcelona. Sebab, naluri dan gerak serangan mereka lebih cepat daripada naluri dan gerakan lawan dalam bertahan.

Ketenangan menjadi salah satu unsur kelebihan Barcelona. Ketika menguasai bola, mereka tak mudah panik oleh tekanan lawan sehingga, meski tertekan, mereka masih punya kemampuan berkelit, kemudian melepaskan diri entah dengan cara gocekan dan gerak tipuan, maupun dengan cara langsung mengumpan bola dengan cepat. Sehingga, serangan Barcelona tetap bisa mengalir.

Ini semua hanya bisa dilakukan dengan kecerdasan bermain yang tinggi. Dan, Barcelona memilikinya. Aktor utamanya adalah Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Namun, secara keseluruhan permainan Barca memang cerdas. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga berpikir. Mereka tidak hanya bergerak atau menendang, tetapi juga kreatif.

Soal mental, Barca bisa dikatakan sangat kuat. Para pemain bermain untuk mengejar kemenangan, tidak peduli siapa pun lawannya dan tampil di mana pun. Mereka juga tidak mudah terprovokasi dan memiliki pribadi-pribadi yang tenang, seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Villa, Carles Puyol, dan Gerard Pique. Kalaupun ada pemain yang suka meledak-ledak, itu adalah Daniel Alves dan Victor Valdes. Namun, itu pun masih dalam kontrol.

Barcelona selalu bekerja keras dan lapar gelar. Itu diungkapkan oleh striker David Villa, “Jika ingin tahu, kami tak pernah bersantai. Terus bekerja keras dan lapar gelar.”

Wajar jika muncul penilaian bahwa Barcelona adalah tim terbaik dekade ini. Sebab, mereka telah menunjukkan permainan menyerang yang menghibur dan mampu menyelesaikan misi dengan menjuarai beberapa gelar.

Sukses mereka menjuarai Liga BBVA dalam beberapa musim dan menjuarai tiga Liga Champions dalam lima tahun terakhir adalah bukti kuat.

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, pun mengakui kehebatan Barca. “Sepanjang karier saya menjadi manajer, Barcelona adalah lawan terberat. Mereka bermain sangat bagus dan menikmati sepak bola,” pujinya.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

un 2011

DAFTAR KELULUSAN SISWA T.P 2010/2011
SMK NEGERI 1 CIKANDE
NO NO. PESERTA NAMA KETERANGAN
1 05-001-001-8 AAN SUMIRDA LULUS
2 05-001-002-7 AANG SOPIAN HADI LULUS
3 05-001-003-6 ABDUL AZID LULUS
4 05-001-004-5 AHMAD MISBARUDIN LULUS
5 05-001-005-4 AHMAD SUPRIYATNA LULUS
6 05-001-006-3 ALVIN NOVIARDI LULUS
7 05-001-007-2 ARIS HIDAYAT LULUS
8 05-001-008-9 ARKIM LULUS
9 05-001-009-8 BAGUS SUPRIYANTO LULUS
10 05-001-010-7 BAHRONI LULUS
11 05-001-011-6 BAYANGKARA PRAKASA LULUS
12 05-001-012-5 EKO PANYJI FIRMANSYAH LULUS
13 05-001-013-4 EKO SUSILO YULIANTO PUTRA LULUS
14 05-001-014-3 GUNAWAN SYAHRUL FALAH LULUS
15 05-001-015-2 HAMID DAYLAMI LULUS
16 05-001-016-9 HAYDIR ALI LULUS
17 05-001-017-8 ILYAS BACHTIAR LULUS
18 05-001-018-7 JUNAEDI LULUS
19 05-001-019-6 MASUDIYANTO LULUS
20 05-001-020-5 MISTADI TIDAK LULUS
21 05-001-021-4 MUHAMAD NURDIN LULUS
22 05-001-022-3 MUSLIK LULUS
23 05-001-023-2 MUSTOMI LULUS
24 05-001-024-9 RANA INERFAN LULUS
25 05-001-025-8 RATAMA LULUS
26 05-001-026-7 RIKI ALAMSYAH LULUS
27 05-001-027-6 ROMLI SETIAWAN LULUS
28 05-001-028-5 RUDI HERMANTO LULUS
29 05-001-029-4 LAIL GUSTI ISNEIN LULUS
30 05-001-030-3 SUKI LULUS
31 05-001-031-2 SYAMSUL MAARIF LULUS
32 05-001-032-9 AHMAD FAUZI LULUS
33 05-001-033-8 AHMAD HAMBALI LULUS
34 05-001-034-7 ANDY CAHYA SRIYATNO LULUS
35 05-001-035-6 ANDRI PRIBADI LULUS
36 05-001-036-5 ANDRI TRI SAPUTRA LULUS
37 05-001-037-4 ARYONOTO LULUS
38 05-001-038-3 ASHURI KARAMAHI LULUS
39 05-001-039-2 ASMARUDIN LULUS
40 05-001-040-9 BUDIMAN ADI PRAKOSO LULUS
41 05-001-041-8 DAMANHURI LULUS
42 05-001-042-7 DEDI YUSUP MARDIANTO LULUS
43 05-001-043-6 ELANG PERYOGA LULUS
44 05-001-044-5 ENCEP FAHRUDIN LULUS
45 05-001-045-4 ENTIS HIDAYAT LULUS
46 05-001-046-3 HENDRA PERNANDO LULUS
47 05-001-047-2 HENDY LULUS
48 05-001-048-9 ILHAM LULUS
49 05-001-049-8 JUNARDI LULUS
50 05-001-050-7 KAERUDIN LULUS
51 05-001-051-6 MAMAN FIRMANSYAH LULUS
52 05-001-052-5 MUCHAMMAD RACHMAT LULUS
53 05-001-053-4 MUHAMAD FAR’I LULUS
54 05-001-054-3 MUHAMAD ASMIN LULUS
55 05-001-055-2 NANA RUDIANSYAH LULUS
56 05-001-056-9 NAPIUDIN LULUS
57 05-001-057-8 R. RYAN SETIAWAN LULUS
58 05-001-058-7 RIO PERMANA PUTRA LULUS
59 05-001-059-6 ROJALI LULUS
60 05-001-060-5 ROJI LULUS
61 05-001-061-4 SAHRI LULUS
62 05-001-062-3 SAMSUL HIDAYAT LULUS
63 05-001-063-2 SENEN LULUS
64 05-001-064-9 UWES AL QURNI LULUS
65 05-001-065-8 WAWAN LULUS
66 05-001-066-7 AFIFILAH LULUS
67 05-001-067-6 AJAT SUDRAJAT LULUS
68 05-001-068-5 AL YAFFI MUTTAQIN LULUS
69 05-001-069-4 ANDI SUWANDI LULUS
70 05-001-070-3 ARIF SYARIFUDIN LULUS
71 05-001-071-2 ARYA PRADIPTA LULUS
72 05-001-072-9 BAYU SAMUDRA LULUS
73 05-001-073-8 EFIH IRAWAN LULUS
74 05-001-074-7 GEMA CAHYA PUTRA PAMUNGKAS LULUS
75 05-001-075-6 HARDI LULUS
76 05-001-076-5 HENDI RAHMAT LULUS
77 05-001-077-4 HIDAYATULLAH LULUS
78 05-001-078-3 ISMATROP LULUS
79 05-001-079-2 IWAN EFENDI LULUS
80 05-001-080-9 JAELANI LULUS
81 05-001-081-8 MARYADI LULUS
82 05-001-082-7 MASLIM LULUS
83 05-001-083-6 MISJA LULUS
84 05-001-084-5 MUHAMAD SAYUTI LULUS
85 05-001-085-4 NAKIM LULUS
86 05-001-086-3 NAPI LULUS
87 05-001-087-2 PARMAN LULUS
88 05-001-088-9 RICKY HANDIKA LULUS
89 05-001-089-8 SAEPUL ARIF LULUS
90 05-001-090-7 SAMSUDIN LULUS
91 05-001-091-6 SAMSURI LULUS
92 05-001-092-5 SAM’UN LULUS
93 05-001-093-4 SIGIT HARTONO LULUS
94 05-001-094-3 SITI ROHIMAH LULUS
95 05-001-095-2 SURMINI LINA HIDAYATI LULUS
96 05-001-096-9 SUTRISNO LULUS
97 05-001-097-8 TEDY TURMUZI LULUS
98 05-001-098-7 TEGUH DWI HARYADI LULUS
99 05-001-099-6 ARDY EKO PRIHASTORO LULUS
100 05-001-100-5 AHMAD SUHERMAN LULUS
101 05-001-101-4 AIPAL ADITIYA LULUS
102 05-001-102-3 ANDIKA SIWANDANA LULUS
103 05-001-103-2 ANEN SAPUTRA LULUS
104 05-001-104-9 EDI GUNAWAN LULUS
105 05-001-105-8 EDI KUSNADI LULUS
106 05-001-106-7 GERRY RAHMAN LULUS
107 05-001-107-6 GILANK PRATAMA PUTRA LULUS
108 05-001-108-5 HAMID LULUS
109 05-001-109-4 IKROM LULUS
110 05-001-110-3 IMAM RAMDHANI LULUS
111 05-001-111-2 INDRA GUSTIAN LULUS
112 05-001-112-9 JAHARI PERMANA LULUS
113 05-001-113-8 JAMIN LULUS
114 05-001-114-7 KHERI SISWANTO LULUS
115 05-001-115-6 MUHAMAD AZKIA MUHAJIR LULUS
116 05-001-116-5 MUHAMAD APANDI LULUS
117 05-001-117-4 MUJI PRAKASA LULUS
118 05-001-118-3 PRASKA DWI PAMBUDI LULUS
119 05-001-119-2 RASIM LULUS
120 05-001-120-9 SAEPU LULUS
121 05-001-121-8 SAHRUDIN LULUS
122 05-001-122-7 SAKMIN LULUS
123 05-001-123-6 SAPRUDIN LULUS
124 05-001-124-5 SATRIO PUTRO UTOMO LULUS
125 05-001-125-4 SAYUTI LULUS
126 05-001-126-3 SUNARYA LULUS
127 05-001-127-2 SUPRIADI LULUS
128 05-001-128-9 SU’EB LULUS
129 05-001-129-8 YEDY ADITYA LULUS
130 05-001-130-7 ZAELANI LULUS
131 05-001-131-6 ZAENUDIN LULUS
132 05-001-132-5 AGUNG EKO PRASETYO LULUS
133 05-001-133-4 ADI SUTRIYADI LULUS
134 05-001-134-3 AGAM SUBASTIAN LULUS
135 05-001-135-2 AGUNG NURWANDA LULUS
136 05-001-136-9 AHMAD FULHI LULUS
137 05-001-137-8 AHMAD HABIDIN LULUS
138 05-001-138-7 AHMAD IHSAN APIPI LULUS
139 05-001-139-6 ANDRI PRATAMA LULUS
140 05-001-140-5 ANGGA HERI USWANTO LULUS
141 05-001-141-4 ARI SUTIANA LULUS
142 05-001-142-3 BASRI LULUS
143 05-001-143-2 DARU LULUS
144 05-001-144-9 EDI SAPUTRA LULUS
145 05-001-145-8 GATOT INDRIANTO LULUS
146 05-001-146-7 HAPIPI LULUS
147 05-001-147-6 IIP RIFA’I LULUS
148 05-001-148-5 JULI LULUS
149 05-001-149-4 JULIAN DWI PRASETYO LULUS
150 05-001-150-3 MAHMUDIN LULUS
151 05-001-151-2 MARDANI LULUS
152 05-001-152-9 MARWAN LULUS
153 05-001-153-8 MUHAMAD KHOLID LULUS
154 05-001-154-7 MUHAMAD NURHADI LULUS
155 05-001-155-6 MUKHLIS NURYANTO LULUS
156 05-001-156-5 MURDANI LULUS
157 05-001-157-4 PAISAL ANWAR LULUS
158 05-001-158-3 REZA PRAYOGA LULUS
159 05-001-159-2 RUDI LULUS
160 05-001-160-9 SAEPUDIN LULUS
161 05-001-161-8 SARKUNI LULUS
162 05-001-162-7 SUBANDI LULUS
163 05-001-163-6 SUGENG ARIANTO LULUS
164 05-001-164-5 AHMAD ABDUL AZIS LULUS
165 05-001-165-4 AHMAD FAUZI LULUS
166 05-001-166-3 AHMAD SODIK LULUS
167 05-001-167-2 AHMAD SOPIYAN LULUS
168 05-001-168-9 AHMAD SUHAERI LULUS
169 05-001-169-8 ARIE AFRIANTO LULUS
170 05-001-170-7 ARIFUDIN LULUS
171 05-001-171-6 ARIS MULYANA LULUS
172 05-001-172-5 DEDE KURNIAWAN LULUS
173 05-001-173-4 DENI ROMANSYAH LULUS
174 05-001-174-3 EKA WIDO GIRIYANTO LULUS
175 05-001-175-2 EKO SAPUTRO DEBY WIBOWO LULUS
176 05-001-176-9 FIRMANSYAH LULUS
177 05-001-177-8 IRFAN FADILAH LULUS
178 05-001-178-7 JOKO CAHYOKO LULUS
179 05-001-179-6 JUNEDI LULUS
180 05-001-180-5 KHOLIL SOLIHIN LULUS
181 05-001-181-4 KOMARUDIN LULUS
182 05-001-182-3 MISKANDAR LULUS
183 05-001-183-2 MUHAMMAD NURUL LAZIM LULUS
184 05-001-184-9 MUHAMMAD HANAFI LULUS
185 05-001-185-8 M.  RAPIUDIN LULUS
186 05-001-186-7 MUHAMAD YUNUS LULUS
187 05-001-187-6 MUHAMAD ROCHMAT LULUS
188 05-001-188-5 PRANI RADIKA LULUS
189 05-001-189-4 RENDI FEBRIANSYAH LULUS
190 05-001-190-3 RIDHO QODIAMAN LULUS
191 05-001-191-2 SANIM SAPUTRA LULUS
192 05-001-192-9 SANWANI LULUS
193 05-001-193-8 SARGANA LULUS
194 05-001-194-7 TRIAN SURYATMAN LULUS
195 05-001-195-6 UKIMAN LULUS
196 05-001-196-5 YOPI ANDRIANI LULUS
197 05-001-197-4 ASWADI LULUS
198 05-001-198-3 ABDUL ROHIM LULUS
199 05-001-199-2 AHMAD BUKHORI LULUS
200 05-001-200-9 ALDISAR KURNIAWAN LULUS
201 05-001-201-8 AMAN SENTOSA LULUS
202 05-001-202-7 ASMEDI DIANTO LULUS
203 05-001-203-6 AWALUDIN LULUS
204 05-001-204-5 CHRISTIANTO LULUS
205 05-001-205-4 ERWIN SYAH LULUS
206 05-001-206-3 FERI ROHMAN LULUS
207 05-001-207-2 HERU SUMAS ADITYA LULUS
208 05-001-208-9 IWAN SYAH PUTRA LULUS
209 05-001-209-8 JAHED LULUS
210 05-001-210-7 JUHDI RIYADI TIDAK LULUS
211 05-001-211-6 KHAEROJI LULUS
212 05-001-212-5 MADIN LULUS
213 05-001-213-4 MA’MUN NAWAWI LULUS
214 05-001-214-3 MIMI MAHDUMI LULUS
215 05-001-215-2 MUHAMAD SANDA LULUS
216 05-001-216-9 NOPI HASAN LULUS
217 05-001-217-8 NURHALIM LULUS
218 05-001-218-7 RAHMAT SOLEH LULUS
219 05-001-219-6 SANAPI LULUS
220 05-001-220-5 SEPTIAN BAYU SAPUTRA LULUS
221 05-001-221-4 SOFYAN    FAJAR  S LULUS
222 05-001-222-3 SUKARNA LULUS
223 05-001-223-2 SUKRI LULUS
224 05-001-224-9 SUHARYANTO LULUS
225 05-001-225-8 TAKYUDIN LULUS
226 05-001-226-7 TOBRI LULUS
227 05-001-227-6 UKA FAHRUROJI LULUS
228 05-001-228-5 MEDI MARADONA LULUS
229 05-001-229-4 TONNY EKO WARDANY TIDAK LULUS
230 05-001-230-3 ADI SAPUTRA LULUS
231 05-001-231-2 AGUNG SETIA MULYANA LULUS
232 05-001-232-9 ARI SAPUTRA TIDAK LULUS
233 05-001-233-8 AHMAD FAUZI LULUS
234 05-001-234-7 AMUDIN LULUS
235 05-001-235-6 ARRY NORMAN PRASETYA LULUS
236 05-001-236-5 ASTARI LULUS
237 05-001-237-4 ASWADA LULUS
238 05-001-238-3 DADAN BUDIYANA LULUS
239 05-001-239-2 DULMUTI LULUS
240 05-001-240-9 EFENDI FIRDAUS SALIM LULUS
241 05-001-241-8 EGA ANGGANA DWI SUNARYO LULUS
242 05-001-242-7 ENJAY MUNAJAR LULUS
243 05-001-243-6 FAHRUL AZIS LULUS
244 05-001-244-5 HASAN BASRI LULUS
245 05-001-245-4 HENDRA AFRIYADI LULUS
246 05-001-246-3 IRWANA AKHIRUL NANDA LULUS
247 05-001-247-2 KARJAN LULUS
248 05-001-248-9 M. ABDUL MAJID LULUS
249 05-001-249-8 MAHJUMI LULUS
250 05-001-250-7 MASTUR LULUS
251 05-001-251-6 MUHTADI LULUS
252 05-001-252-5 MUSLIM LULUS
253 05-001-253-4 MUSTOPA LULUS
254 05-001-254-3 MOCH. BAGUS AWALI LULUS
255 05-001-255-2 RUSLI LULUS
256 05-001-256-9 SALEH ARDIANTO LULUS
257 05-001-257-8 SAMSUDIN IDRAWAN TIDAK LULUS
258 05-001-258-7 SANDY RAMADANY WIJAYA LULUS
259 05-001-259-6 SOHADI LULUS
260 05-001-260-5 SUKRI LULUS
261 05-001-261-4 TAMRIN LULUS
262 05-001-262-3 YAHYA LULUS
Posted in Uncategorized | Leave a comment

chsmp

Nama Messi Kembali Tercatat Dalam Buku Rekor

VIVAnews – Bintang Barcelona Lionel Messi berhasil menyamai rekor 48 gol dalam semusim yang tercatat dalam sepakbolaSpanyol. Messi kini berpeluang melampaui rekor legenda Athletico Bilbao, Telmo Zarra.

 

 

Seperti dilansir Tribal, Rabu 13 April 2011, torehan 48 gol pemain terbaik dunia ini ternyata berhasil menyamai catatan gol yang dibukukan Telmo Zarra pada 60 tahun silam.

 

Bahkan Messi berpeluang melampaui rekor itu mengingat kiprah Barca yang masih berlaga di tiga kompetisi hingga saat ini. Pasalnya, Barcelona masih menyimpan tujuh laga di La Liga, satu laga di final Copa del Rey lawan Real Madrid dan minimal dua laga di Champions League.

 

 

Ya, gol semata wayang Messi ke gawang Shakhtar Donetskdi leg 2 babak perempatfinal dini hari tadi membuat Messi kembali tercatat dalam buku rekor. Messi mencatat 48 gol di semua kompetisi dan menyandingkan namanya dengan sosok Telmo Zarra yang juga mengoleksi jumlah gol yang sama pada musim 1950-51.

 

 

Usaha Messi melampau Zarra sebenarnya dimulai musim lalu. Sayangnya, musim lalu Messi hanya mampu mencetak 47 gol. Namun torehan itu pun cukup untuk menyamai rekor legenda Real Madrid Ferenc Puskas yang dicetak pada musim 1959-60 dan pendahulunnya Ronaldo pada musim 1996-97.

 

Zanetti Komentari Soal Gol Gonzalez

VIVAnews – Kapten Inter Milan Javier Zanetti menilai timnya kembali melakukan kesalahan pada laga leg 2 perempatfinal Champions League. Karena kesalahan itulah, Inter harus tersingkir dari ajang bergengsi Eropa itu.

 

 

Zanetti mengakui jika gol pembuka kemenangan Schalke lewat Raul Gonzalez murni kesalahan pertahanan Inter. Pada pertandingan itu,Inter kembali ditekuk Schalke 2-1 dengan agregat telak 7-3.

 

 

“Kami tahu ini akan menjadi sesuatu yang sulit jika kami tidak bermain sebagaimana mestinya,” ujar Zanetti kepada Rai Sport, Kamis 14 April 2011.

 

 

“Sayangnya, Anda harus membayar untuk beberapa kesalahan di Champions League,” tambah bek veteran Nerazzurri ini.

 

 

Inter sebenarnya mampu membuka harapan setelah di awal babak kedua Thiago Motta berhasil menyamakan kedudukan. Namun bek muda Schalke Benedikt Howedes akhirnya melengkapi hegemoni Schlake atas juara bertahan Inter.

 

 

“Itu benar bahwa gol Raul datang karena kesalahan kami. Padahal hingga saat itu, kami mengontrol jalannya pertandingan,” lanjut Zanetti.

 

 

Meski mengaku kecewa, Zanetti lebih memilih untuk realistis. Ia meminta rekan-rekannya untuk melupakan Champions League dan kembali fokus merebut scudetto musim ini.

 

 

“Tentu kami yakin akan meraih scudetto karena masih ada enam pertandingan lagi,” tegas Zanetti.

 

 

Ironinya, Inter saat ini juga terancam gagal scudetto. Pasalnya, Inter saat ini nangkring di peringkat tiga dengan koleksi 63 poin. Nerazzurri tertinggal lima poin dari pemuncak Serie A, AC Milan dan dua poin dari Napoli yang menduduki runner up
Posted in Uncategorized | Leave a comment

news football

Klasemen Liga Inggris

Gareth Barry Jadi Kapten Inggris Lawan Ghana

RepublikaRepublika – Sen, 28 Mar 2011 21.50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON–Fabio Capello memastikan bahwa gelandang Manchester City Gareth Barry akan menjadi kapten tim nasional Inggris untuk pertandingan persahabatan melawan Ghana di Wembley pada Selasa (29/3). Barry akan mengenakan ban kapten karena pelatih Inggris Fabio Capello mengijinkan kapten yang baru ditunjuk kembali John Terry tidak mengikuti pertandingan tersebut.

Terry, Frank Lampard, Ashley Cole, Wayne Rooney, dan Michael Dawson dipulangkan oleh Capello untuk beristirahat guna menghadapi pertandingan klub-klub mereka masing-masing, yang semuanya berkompetisi di Liga Champions, dan hal itu menjadikan Barry sebagai pemain paling senior yang tersisa di tim.

Barry bahkan tidak masuk dalam 18 pemain yang dipilih Capello dalam kemenangan 2-0 atas Wales pada kualifikasi Euro 2012 Sabtu lalu, tapi ketidakhadiran begitu banyak pemain berpengalaman membuat dia menjadi pilihan kapten terbaik bagi pelatih asal Italia itu. “Barry akan jadi kapten,” kata Capello di Wembley, Senin. “Dia bermain pada seluruh pertandingan bersama saya selain satu pertandingan terakhir.”

“Dia pemain yang bagus dan kapten yang bagus. Dia juga pemain yang paling banyak memperkuat tim nasional Inggris.” Keputusan Capello untuk memberi Terry waktu istirahat terjadi hanya sepekan setelah dia dikritik karena mengganti kapten sebelumnya Rio Ferdinand dengan pemain belakang Chelsea itu.

Pelatih Inggris itu kini menggunakan tujuh kapten berbeda selama masa tugas tiga tahunnya, meskipun Barry memiliki pengalaman sebelumnya memimpin Inggris. Dia mengenakan ban kapten pada babak kedua pertandingan persahabatan melawan Trinidad dan Tobago pada Juni 2008 dan juga sempat menjadi kapten secara singkat selama pertandingan persahabatan berikutnya melawanMesir dan Denmark.

Pemain berusia 30 tahun itu juga memimpin Aston Villa selama tiga tahun sebelum kepindahannya ke Eastlands dan Barry yakin kalau tidak tidak akan terpengaruh dengan tekanan tambahan sebagai kapten tim negaranya itu. “Tentu saja ini akan menjadi sebuah saat yang besar dalam karir saya. Saya sangat menantikan melakukan tugas ini,” kata Barry.

“Saya akan tetap menjadi pemain yang sama seperti biasanya. Anda tidak mengenakan ban kapten dan kemudian berubah. Saya sudah punya pengalaman tiga tahun menjadi kapten Aston Villa. Ada beberapa tanggung jawab tambahan tapi saya tidak akan mengubah cara saya bermain,” katanya.

Gilardino Pimpin Azzurri

Liputan 6Liputan 6 – Sen, 28 Mar 2011 20.28 WIB

Liputan6.com, Milan: Kegembiraan terpancar di wajah Alberto Gilardino. Sebab, striker Fiorentina itu ditunjuk sebagai kapten Timnas Italia dalam pertandingan persahabatan di Kiev melawan Ukraina, Selasa (29/3).

Mengenakan ban kapten besok merupakan kado terindah yang diberikan timnas kepadaku, ujar penyerang berusia 28 tahun ini. Gilardino bangga karena namanya bisa disejajarkan dengan mantan kapten sebelumnya seperti Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon.

Gilardino di pertandingan melawan salah satu tuan rumah Euro 2012 nanti akan berduet dengan striker Villarreal Giuseppe Rossi di lini depan. Kepercayaan memimpin skuad Gli Azzurri juga sebuah kado istimewa buat Gilardino yang selama ini banyak duduk di bangku cadangan.

Tidak ada permusuhan. Jika ada persaingan, saya yakin itu membuat lebih baik setiap individu, tim, dan juga Italia, terangnya. Cesare Prandelli, pelatih Timnas Italia, tahu akan kualitasku. Jadi dia tahu persis apa yang bisa saya berikan buat timnas.

Sementara itu, Prandelli mengumumkan starting line-up yang akan menghadapi Ukraina. Terdapat tujuh perubahan dari skuad ketika Italia mengalahkan Slovenia dalam lanjutan Euro 2012, Jumat (25/3) lalu.

Berikut skuad Italia:

Viviano; Maggio, Gastaldello, Chiellini, Criscito; Marchisio, Nocerino, Montolivo; Aquilani; Rossi, Gilardino.

(DIM/Football/Italia)

 

Nistelrooy `Come Back` ke Liga Inggris

Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – Sel, 29 Mar 2011 02.07 WIB

 

Metrotvnews.com, London: Striker veteran Belanda Ruud Van Nistelrooy (Ruudtje) diberitakan segera come back ke Liga Primer Inggris. Kabar itu datang dari Blackburn Rovers, Senin (28/3). Pelatih The Rovers, Steve Kean, nyata-nyatanya tertarik dengan permainan Ruudtje yang kembali meningkat di Hamburg SV.

“Ya, saya bisa memberi konfirmasi bahwa kami tertarik,” kata Kean, yang menggantikan pelatih yang dipecat Sam Allardyce Januari lalu.

Kemungkinan besar, keinginan itu bakal terwujud. Apalagi, Ruudtje, terang-terangan tidak akan memperpanjang kontrak dengan Hamburg SV.

Van Nistelrooy memang striker luar biasa. Di masa keemasannya bersama Manchester United, titisan Marco Van Basten itu mencetak 150 gol dalam kurum lima musim. (Ant/**)

 

Gallas Perpanjang Kontrak Hingga 2013

Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – 2 jam 1 menit lalu

 

Metrotvnews.com, London: Pemain belakang Tottenham Hotspurs William Gallas sepakat memperpanjang kontrak hingga 2013.

“Pihak Tottenham sangat gembira dengan kesepakatan baru tersebut,” kata Tottenham dalam pernyataannya, Selasa (29/3).

Lini belakang Tottenham semakin tangguh semenjak kedatangan Gallas. Pemain berusia 33 tahun itu menjadi pemain kunci Tottenham pada kancah Liga Inggris dan Liga Champions Eropa musim ini. (Ant/**)

Hasil Lengkap La Liga

Klasemen Liga Utama Spanyol

Pencetak Gol Liga Spanyol

 

Mourinho Sempat Nyaris Melatih Inggris

Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – Sen, 28 Mar 2011 22.53 WIB

 

Metrotvnews.com, Paris: Arsitek Real Madrid Jose Mourinho mengku menolak tawaran untuk menjadi pelatih timnas Inggris. Tawaran itu datang sebelum posisi itu jatuh ke tangan Fabio Capello.

Dalam wawancara dengan harian olahraga L’Equipe, Senin (28/3), Mourinho mengatakan sempat berniat menggantikan posisi Steve McClaren sebagai pelatih Three Lions saat meninggalkan Chelsea. Tapi, dia mengurungkan niat karena yakin akan sangat bosan melatih tim sebuah negara.

“Saya tinggal beberapa jam untuk menandatangani kontrak untuk menjadi arsitek timnas Inggris. Namun, di detik-detik terakhir saya mulai merasa bahwa saya akan sangat bosan melatih timnas yang hanya berlaga satu bulan sekali. Saya merasa itu bukanlah yang saya inginkan,” papar Mourinho.

Mourinho sempat menganggur selama delapan bulan setelah dia meninggalkan posisinya di Chelsea pada September 2007. “Dua bulan pertama sungguh menyenangkan namun setelah itu sangat menyebalkan dan tidak enak.”

Mourinho yang kemudian menjadi arsitek Inter Milan dan mengantarkan klub itu meraih dua gelar Seri A, satu Piala Italia dan Liga Champions mengaku tidak menyesali keputusannya untuk menolak tawaran melatih timnas Inggris.

“Di detik terakhir saya memutuskan untuk tidak melatih timnas Inggris dan menunggu tawaran dari klub yang bagus yang menantang saya. Saat itulah Inter Milan datang,” kisah arsitek asal Portugal tersebut.(MI/RAS)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment