jun

Gandeng Enam Vendor, Cina Unicom Siapkan Ponsel Dengan OS Wophone

Republika

Republika – Rabu, 2 Maret
Gandeng Enam Vendor, Cina Unicom Siapkan Ponsel Dengan OS Wophone

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Tak mau kalah dengan Google yang mengembangkan sistem operasi open source Android–yang berbasis Linux, langkah serupa dilakukan Cina. Pekan ini China Unicom mengumumkan implementasi sistem operasi Wophone.

Cina Unicom–salah satu operator terbesar di Cina–, menggandeng enam vendor untuk pengembangan ponsel dengan platform Wophone. Mereka adalah Samsung, HTC, Motorola Mobility, Huawei, ZTE dan TCL.

Produk enam vendor tadi yang kelak akan dipasarkan Cina Unicom. WoPhone sebelumnya dikenal dengan nama Uphone. Sistem operasi ini diperkenalkan saat berlangsung GSMA Mobile Asia Conggres, November 2010.

Uphone diubah namanya menjadi Wophone setelah Cina Unicom menyediakan layanan berbasis 3G. Rivalnya, Cina Mobile juga mengembangkan sistem operasi mandiri. Kedua sistem operasi ini berbasis pada Linux, namun bukan Android.

Eee PC 1015PW ; Netbook dengan Prosesor Dual Core

Republika

Republika – Rabu, 2 Maret
Eee PC 1015PW ; Netbook dengan Prosesor Dual Core

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Asus masih mengembangkan netbook. Bahkan produk terbarunya, Eee PC 1015PW menggunakan prosesor dual core Intel Atom N570. Iapun tercatat sebagai notebook pertama yang mengusung prosesor dual core Intel Atom N570.

Asus mengklaim dengan prosesor baru, kinerja netbook akan semakin baik. Ia akan meningkatkan kemampuan multitasking, dukungan multimedia yang lebih baik, dan mampu menjelajahi internet yang lebih baik.

Pada netbook terbarunya ini, Asus membenamkan berbagai fitur baru. Amtara lain dua port USB 3.0 dengan transmisi data 10 kali lebih cepat dibanding USB 2.0. Juga kemampuan melakukan charge baterai smartphone melalui port USB tanpa harus menyalakan Eee PC.

Eee PC 1015PW juga menawarkan pengalaman komputasi cloud terbaik. Dengan akses Asus vibe store dan penyimpanan online 500GB, untuk menyimpan file musik, film, dan aplikasi secara virtual. Netbook ini juga terintegrasi dengan 802.11n Wi-Fi dan Bluetooth 3.0 yang menyediakan koneksi cepat.

Sedangkan sistem operasi Express Gate Cloud eksklusif dari Asus juga diklaim mampu menghadiekan proses boot up yang cepat untuk mengecek email, instant message atau menjelajah Internet tanpa perlu menunggu loading Windows. Netbook tersedia dalam tiga pilihan warna, Purple Rain, Gold Dust , dan Angel Skin.

Nokia C-5 : Ponsel Facebook Versi Nokia

Republika

Republika – Rabu, 2 Maret
Nokia C-5 : Ponsel Facebook Versi Nokia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Nokia memperkaya keluarga C-series dengan menghadirkan Nokia C5. Produk terbaru ini diperkenalkan di ajang Cebit 2011 yang berlangsung di Hannover, Jerman.

Smartphone dari keluarga S60 Nokia ini memiliki sejumlah fitur messaging dan social networking terintegrasi. Memiliki display 2.2 inci, ponsel yang mengusung desain candy bar ini dilengkapi dengan kamera 3.2 mega piksel.

Nokia melakukan inovasi pada fitur kontak atau phonebook. Melalui kontak yang ada di telepon, pengguna bisa melihat status seseorang di faceboook. Ini memang sebuah pendekatan baru dalam melihat status kolega seseorang.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan adalah kemudahan melakukan update status di facebook serta berbagi lokasi menggunakan aplikasi Ovi Maps 3.0.

Pada homescreen, terdapat satu widget yang bisa menampilkan profil atau foto kolega pengguna ponsel ini. Dari foto itu bisa melakukan panggilan telepon, mengirim pesan menggunakan layanan Nokia Messaging. Termasuk IM menggunakan Google Talks dan Windows Live Messnger.

Nokia juga meningkatkan kualitas musik dengan menghadirkan IHF Speaker di ponsel yang memiliki konektor AV 3.5 milimeter. Untuk penyimpanan data, ponsel ini mendukung MicroSD berkapasitas 16 GB.

Ini Lho. Bocoran Spesifikasi iPad2

Republika

Republika – Rabu, 2 Maret
Ini Lho. Bocoran Spesifikasi iPad2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Spesifikasi iPad 2 mulai muncul kepermukaan. Phone Arena mencatat ada beberapa kesamaan antara iPad dengan iPad 2, seperti display. Namun produk terbaru ini diperkirakan mengusung serangkaian pembaharuan.

1.iPad 2 akan mengusung display berdiameter 9.7 inci dengan resolusi 1024×768 piksel. Ini berarti display dan resolusi iPad 2 sama dengan pendahulunya.

2.iPad 2 juga memiliki dua kamera. Satu dibagian depan dan satu di bagian belakang. Dua kamera ini disiapkan untuk mendukung fitur FaceTime atau video call versi Apple.

3.Sepintas ada perubahan pada desain iPad2. Produk terbaru tampak lebih ramping. Speaker berada di bagian belakang, sebagaimana yang ditemukan pada tablet.

4.Apple membenamkan chip baru untuk iPad2. Bila pada iPad mengusung Chip A4, produk baru menggunakan Chip A5.

5.Apple meningkatkan kapasitas RAM menjadi 512 MB.

6.Apple menghapus hot swap, tak ada slot MicroSD iPad2.

Telkom Luncurkan Layanan IPTV

Kompas

Kompas – Selasa, 1 Maret
Telkom Luncurkan Layanan IPTV

KOMPAS.com – Indonesia akan memasuki babak baru dalam layanan televisi dengan hadirnya Internet Protocol Television (IPTV) dari Telkom yang soft launching-nya digelar Senin (28/2/11) di Wisma Kandatel, Telkom, Jakarta. Layanan terbaru Telkom ini memungkinkan pengguna untuk tak cuma pasif melihat siaran yang ada, tetapi aktif memilih layanan sesuai keinginan.

Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, IPTV bukan cuma konten televisi yang didistribusikan lewat internet, tetapi merupakan sinergi antara kekuatan interaksi internet dan web dengan kekuatan media televisi. Ia berharap layanan ini bisa memenuhi keinginan masyarakat.

Sementara Direktur Konsumer PT Telkom I Nyoman Wiryanata mengatakan, “IPTV berbeda dengan layanan TV berbayar lainnya. IPTV punya fasilitas entertainment yang lebih bagus, ada game, bisa karaoke dan menyaksikan tayangan yang sudah lewat. Kalau layanan TV berbayar lain kan pasif, kalau IPTV ini interaktif.”

Layanan IPTV secara umum meliputi broadcast televisi dan video di atas akses internet dan interaksi multimedia dengan kecepatan true broadband seperti game, shopping, dan advertising. Selain itu juga ada layanan content on demand yang termasuk TV on demmand, video on demmand, music on demmand, dan karaoke on demmand.

Layanan bisa disaksikan dengan perangkat televisi, komputer, notebook, dan smartphone. Untuk tayangan live serta video on demmand, IPTV mendukung standard definition (SDTV) serta High Definition (HDTV). Video on demmand sendiri bisa dikontrol seperti layaknya menonton DVD.

IPTV akan memanfaatkan jaringan kabel yang sama dengan Speedy dan telepon. Layanan ini adalah cara untuk mengangkat kembali potensi jaringan kabel kala penggunaan oleh masyarakat menurun.

Rinaldi mengatakan, investasi pengembangan IPTV kurang dari Rp 50 miliar. Untuk mendukung layanan ini, Telkom terus berupaya mengembangkan kapasitas akses, yakni mengembangkan akses pita lebar dan menambah kecepatan true broadband atau akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps.

“Pada tahun 2010, kapasitas true broadband yang baru mencapai 21 persen akan ditingkatkan menjadi 85 persen di tahun 2015,” papar Rinaldi.

Commercial launching produk ini akan digelar 1 Mei tahun ini. Rinaldi mengatakan sampai enam bulan pertama terhitung sejak Mei nanti, targetnya sekitar 300 ribu pengguna di Jakarta. Pada tahap awal, produk akan dikembangkan di wilayah Jakarta terlebih dahulu. Sementara, untuk bisa menjangkau Jakarta secara keseluruhan akan dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun.

“Ini untuk memastikan kualitas layanan sebab untuk mendukung IPTV ini kapasitasnya minimal 6 Mega. Kita enggak ingin main-main dengan kualitas,” lanjut Nyoman.

Untuk menarik konsumen, Nyoman mengatakan bahwa fasilitas interaktif memungkinkan Telkom mengetahui siaran yang disukai konsumen. “Kita nanti bisa kirim rekomendasi pada konsumen. Misalnya ada yang suka dangdut, nanti ada daftar lagu dangdut terbaru. Jadi hubungan kita dengan konsumen bisa lebih erat,” papar Nyoman.

Bos Motorola Prediksi Harga Tablet Bakal Turun

Republika

Republika – Rabu, 2 Maret
Bos Motorola Prediksi Harga Tablet Bakal Turun

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Perang tablet yang semakin menjadi-jadi, rupanya akan menimbulkan dua dampak. Yakni form factor tablet akan mengalami perubahan dan harga jual akan semakin menurun.

Berbicara pada Morgan Stanley’s Technology, Media & Telecom Conference, Motorola CEO Sanjay Jha memprediksi bahwa kalangan vendor tablet tengah mengembangkan produk dengan form factor yang berbeda sebelum akhir tahun ini.

Sanjay mengemukakan bahwa ada kecenderungan kalangan vendor memilih device dengan layar tujuh inci. Produk ini disebutnya sebagai produk yang fun dan portable. Motorola sendiri dikabarkan tengah mengembangkan tablet berdiameter 7 inci.

Prediksi lain yang dilontarkan Sanjay adalah harga jual tablet. Ia memprediksi pada semester kedua tahun ini bakal terjadi penurunan harga jual tablet, menyusul terjadinya penurunan harga komponen tablet. Disisi yang lain penurunan harga tablet juga dipengaruhi oleh perubahan desain dan konsep tablet itu sendiri.

Mau tablet murah, tunggu hingga Juni mendatang.

JAKARTA, SELASA — Bila tidak ada keberatan fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat, Pemerintah Indonesia akan segera meratifikasi Konvensi Stockholm tentang Bahan Pencemar Organik yang Persisten. Rapat kerja teknis persiapan akan dibahas Rabu (4/2) bersama departemen.

Secara politik, ratifikasi menegaskan komitmen memperkuat kerja sama regional dan multilateral pengelolaan polutan organik yang persisten (POPs). Secara ekonomi, ratifikasi meningkatkan keberterimaan dunia akan produk Indonesia karena ramah lingkungan. Demikian dikatakan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin.

Polutan organik yang persisten merupakan sekelompok senyawa kimia beracun dengan sifat sulit terurai dan cenderung berakumulasi baik di darat atau di air. Bahan POPs berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia secara langsung atau melalui rantai makanan.

Hasil penelitian di negara maju, paparan senyawa POPs dalam jangka panjang menyebabkan kanker, merusak sistem susunan saraf, kekebalan tubuh, reproduksi, serta perkembangan bayi dan anak balita. Dalam lingkungan, paparannya mengurangi populasi burung, ikan, dan penipisan sel kulit telur burung pemakan ikan.

Ada 12 jenis bahan kimia POPs dalam tiga kategori, yaitu pestisida: aldrin, DDT, chlordane, dieldrin, endrin, heptachlor, mirex, dan toxaphene; bahan industri: hexachlorobenzene (HCB) dan polychlorinated biphenyls (PCB); dan bahan terbentuk tak sengaja akibat aktivitas manusia atau industri: dioksin dan furan.

Pertimbangkan serius

Wakil Ketua Komisi VII DPR Sonny Keraf menyatakan, dampak positif dan negatif ratifikasi konvensi patut dipertimbangkan. Dilihat dari dampak kesehatan dan lingkungan, bahan-bahan itu jelas berisiko dan berbahaya.

“Raker mendatang, kami harap, dihadiri berbagai departemen, seperti pertanian, ristek, perdagangan, dan perindustrian,” kata Sonny. Ia menegaskan perlunya pendataan bahan-bahan pengganti POPs.

Menurut Rachmat, beberapa bahan yang dilarang masih ditemukan. “Misalnya PCB dan DDT,” katanya.

Di Asia Tenggara, bersama Malaysia dan Brunei, Indonesia belum meratifikasi konvensi itu. Sejak diberlakukan 17 Mei 2004 hingga Januari 2009, 164 negara telah meratifikasi konvensi itu. Direktur Multilateral Departemen Luar Negeri Rezlan Ihzar Jenie menyatakan, tahun 2009 jadi momentum tepat.

“Meratifikasinya akan menguatkan pengaruh dan postur Indonesia dalam isu lingkungan,” katanya. (GSA)

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Sumber :
Kompas Cetak
    Ada 76 Komentar Untuk Artikel Ini.

    • agus sutomo
      Kamis, 18 November 2010 | 12:12 WIB
      hebat, emang pny niat baik bukan hanya di rativikasi tapi juga harus di tegakan secara tegas jika ada perusahan yg melanggar…

    • budi budiman
      Selasa, 16 November 2010 | 20:05 WIB
      saya setuju jika indonesia ikut meratifikasi. setiap bahan pencemar akan mengancam masa depan umat manusia.

    • Meg Ginting
      Sabtu, 4 September 2010 | 11:12 WIB
      Masyarakat akan menuruti saja keputusan dari pemerintah. Tapi apakah pemerintah sudah mempersiapkan segalanya. Jangan-jangan nanti setelah ratifikasi produk2 luar yang banyak masuk. Syukur-syukur harganya lebih murah, kalau lebih mahal? Petani lagi yang kena imbasnya. Kapan sejahteranya penduduk bangsa ini??

    • Haris Wahjunita
      Selasa, 17 Agustus 2010 | 11:27 WIB
      Perusahaan dimana saya bekeja telah meratifikasi standar International termasuk penggunaan B3/POPs tsb. karena keperluan go International untuk comply dg maslah ini, namun kendalanya memang mengawasi petani/mitra dalam penggunaan B3 tsb. karena memang masih banyak tersedia di pasaran karena PP nasional satu sisi bahan2 tsb memang masih memperbolehkan. Memang hemat kami kapan lagi akan dilakukan upaya pencegahan polusi/kerusakan lingkungan yang bahkan berakibat ke manusianya kalau tidak dimulai dari sekarang, kita saja rasanya sudah terlambat tapi daripada tidak sama sekali. Kerusakan lingkungan bukan hanya dari eksploitasi namun juga oleh penggunaan B3 yang tidak mengetahui kandungan berbahaya nya dan sasarannya adalah manusia..

    • signum fidei
      Rabu, 28 Juli 2010 | 10:15 WIB
      Hati-hati sebelum memutuskan untuk meratifikasi. Di atas kertas mungkin kelihatan menghasilkan sesuatu yang positif. Tapi apakah kita sudah punya pengganti bahan-bahan tersebut dan apakah merupakan jebakan agar kita tergantung dengan bahan produksi lain. Saat ini produk kita tidak diekspor. Tidak menandatangani konvensi ini juga tidak apa2. Malahan kita mempunyai ruang yang lebih luas untuk membuat pilihan2 dalam penggunaan bahan yang cocok.
    1 2 316 »
    Kirim Komentar Anda
    Silakan login untuk kirim komentar Anda.

    Komentar
    Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
    This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s