news flash

Pinalti Lampard Menangkan Chelsea 2-1 dari MU

RepublikaRepublika – Rab, 2 Mar 2011 10.07 WIB

Konten Terkait

  • Frank Lampard bergembira usai menjebol gawang MU dari titik pinaltiPerbesar FotoFrank Lampard bergembira usai menjebol gawang MU dari titik pinalti

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Duel antara pemimpin klasemen Liga Inggris Manchester United dengan Chelsea berlangsung sengit di Stamford Bridge. Tendangan pinalti Frank Lampard memenangi duel terpanas minggu ini.

Sebenarnya MU, sempat ungul pada babak pertama, melalui strikernya Wayne Rooney. Namun keunggulan tim Setan Merah tidak berangsung lama, sebab pemain bertahan Chelsea asal Brazil David Luiz berhasil menyamakan kedudukan.

Kemudian, pada babak kedua, Chelsea mendapatkan hadiah pinalti. Itu dikarenakan, pemain belakang MU Chris Smalling melakukan kesalahan dengan menjatuhkan Yuri Zhirkov di daerah kotak pinalti.

Pemain timnas Rusia itu dijatuhkan di menit ke-79. Frank Lampard pun ditunjuk sebagai algojo. Tanpa ragu, pemain timnas Inggris berhasil mencepolskan bola ke jala tim Setan Merah. Tuan rumah Chelsea pun unggul 2-1 atas tamunya MU.

Kesialan MU tidak hanya sampai disitu. Pada menit-menit akhir menjelang laga usai pemain bertahan andalan MU Nemanja Vidic diganjar kartu kuning kedua, akhirnya ia pun harus keluar lapangan.

Yang disesalkan MU, bukan karena kartu kuning kedua yang diterima pemain timnas Serbia tersebut, melainkan absennya Vidic pada laga sengit lainnya, antara MU kontra Liverpool pada Minggu mendatang.

Moratti: Fan Inter adalah Penduduk Milan yang Asli

InilahOleh Boy Leonard Pasaribu | Inilah – Kam, 3 Mar 2011 15.21 WIB

Konten Terkait

  • Moratti: Fan Inter adalah Penduduk Milan yang AsliPerbesar FotoMoratti: Fan Inter adalah Penduduk Milan yang Asli

INILAH.COM, Milan – Presiden Inter Milan Massimo Moratti mengklaim bahwa pendukung Inter Milan adalah penduduk Milan yang sejati dibandingkan pendukung AC Milan.

Sang bos memenangkan penghargaan Ambrogino d’Oro, penghargaan dari pemerintah kota Milan setelah berhasil memenangkan Liga Champions, Scudetto, Piala Dunia Antarklub, Piala Super Italia dan Piala Italia pada tahun 2010.

“Saya ingin ucapkan terimakasih kepada semua orang, mulai dari penduduk kota yang sangat dekat dengan kami, agar kami bisa memenangkan semuanya sekali lagi,” ucapnya seperti dinukil dari Football Italia.

“Karena itu, saya persembahkan penghargaan ini untuk Leonardo,” Moratti tersenyum. “Saya bangga dengan apa yang diterima tim ini, memberi kami kebahagiaan.”

Moratti kemudian menyindir rival sekotanya, AC Milan, terutama setelah Inter dikritik karena jarang memberi kesempatan untuk pemain asli Italia.

Selain Pazzini, yang baru didatangkan Januari ini, dan Thiago Motta, yang baru pindah kewarganegaraan tahun ini juga, tak ada lagi pemain kewarganegaraan Italia di Nerazzurri.

“Kemenangan ini menyenangkan bagi kami dan juga kota Milan. Secara tradisional, kami lebih berakar di kota ini daripada Rossoneri. Fans Nerazzurri selalu dianggap sebagai penduduk Milan yang sejati,” ujarnya.

Ditanya apakah Jose Mourinho, pelatih yang mempersembahkan tiga gelar sekaligus musim lalu, akan kembali setelah kurang berhasil di Real Madrid, sang presiden tidak yakin.

“Saya ragu mereka (Madrid) akan mendepak mereka dalam lima tahun ke depan, jadi saya rasa kita harus menanti sangat lama untuk hal itu,” Moratti menuntaskan.

Gareth Bale: Barca Tim Luar Biasa

InilahOleh Arie Nugroho | Inilah – 2 jam 48 menit lalu

Konten Terkait

Mascherano: Arsenal Munafik!

InilahOleh Arie Nugroho | Inilah – Kam, 10 Mar 2011 06.15 WIB

Konten Terkait

INILAH.COM, Barcelona – Tudingan kubu Arsenal mendapat kecaman dari gelandang Barcelona Javier Masherano. Pemain berdarah Argentina itu menyebut The Gunners munafik.

Arsenal gagal mempertahankan keunggulan 2-1 di leg pertama. Bertandang ke markas Barcelona, Stadion Nou Camp, The Gunners menyerah dengan skor cukup telak 3-1, Rabu (9/3/2011) dinihari WIB.

Lionel Messi menyumbang dua gol bagi Barca di pertandingan ini, sedangkan satu gol lainnya ditorehkan gelandang Xavi Herandez. Sementara, satu gol The Gunners dicetak melalui gol bunuh diri Sergio Busquets.

Di pertandingan itu, The Gunners harus bermain dengan 10 orang karena Robin van Persie mendapat kartu kuning kedua di menit ke-55 karena dinilai memperlambat waktu pertandingan. Skor yang semula 1-1 akhirnya berubah menjadi 1-3, sehingga Arsenal pun tersingkir.

Seusai laga, Manajer Arsene Wenger dan beberapa pemain Arsenal langsung menyerang kepemimpinan wasit Masssimo Bussaca. Mereka menilai, wasit telah berpihak kepada tuan rumah.

Hal itu langsung dikecam oleh salah satu pemain Barca, Javier Mascherano. Menurutnya, timnya menang bukan karena bantuan wasit, melainkan karena kerjasama apik yang mereka peragakan.

“Barca menang bukan karena bantuan wasit, melainkan karena permainan kolektif. Kami melepaskan 19 tembakan ke arah gawang, memiliki 74 persen penguasaan bola, dan juga sukses membuat 900 umpan,” tuturnya seperti dilansir Sport.es.

“Jangan munafik,  Kami sama sekali tak membiarkan mereka leluasa dalam bergerak dan itulah kuncinya. Kami memainkan permainan gaya Barcelona dan karena itulah kami bisa lolos,” tandasnya.

Tottenham Wakili Inggris di Perempat Final

Oleh Arie Nugroho | Inilah – Kam, 10 Mar 2011 04.35 WIB

Konten Terkait

 

INILAH.COM, London – Inggris akhirnya sukses menempatkan satu wakilnya di babak perempat final Liga Champions. Tottenham melaju ke perempat final usai mengalahkan AC Milan dengan agregat 1-0.

AC Milan melawat ke markas Tottenham Hotspur, Stadion White Heart Lane, Kamis (10/3/2011) dinihari WIB, di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Tottenham menggunakan skema 4-5-1 di pertandingan ini. Peter Crouch diposisikan sebagai penyerang tunggal di depan. Sedangkan, Rafael Van Der Vart dan Luca Modric siap mengalirkan umpan-umpan terukur dari lini kedua. Posisi yang ditinggalkan Gareth Bale yang mengalami cedera punggung diisi oleh Steven Pienaar.

Adapun, tim tamu menggunakan skema 4-3-3. Pelatih Massimiliano Allegri menempatkan trio Zlatan Ibrahimovic, Robinho, dan Alexandre Pato di depan. Sementara, posisi gelandang tengah yang ditinggalkan Andrea Pirlo diisi Kevin-Prince Boateng.

Secara keseluruhan, pertandingan babak pertama berlangsung dengan menarik. Kedua tim sama-sama mengusung sepakbola menyerang dan tempo pertandingan berjalan dengan cepat.

Di sepuluh menit babak pertama, tim tuan rumah memegang penuh kendali permainan. Duet kerjasama Van Der Vart dan Modric di tengah kerap menghadirkan tusukan-tusukan maupun umpan berbahaya yang seringkali membahayakan pertahanan Milan. Beruntung duo Thiago Silva dan Allesandro Nesta tampil lugas di jantung pertahanan Milan.

Milan berbalik menguasai pertandingan selepas menik ke-18. Beberapa kali kecepatan Pato yang seringkali menyisir dari sisi kiri menghadirkan kemelut di depan kotak penalti Spurs.

Pato nayris saja membobol gawang Tottenham di menit ke-23. Namun, sayang tendangan kerasnya setelah menerima umpan Robinho masih mampu dihalau dengan sempurna oleh kiper Totenham Gomez.

Pato kembali memiliki peluang berbahaya tiga menit berselang. Berawal dari pergerakan apiknya dari sisi kiri dengan menggocek dua pemain bertahan Tottenam. Kemudian, pemain berkebangsaan Brasil itu melepaskan tendangan ke pojok kanan gawang Tottenham. namun, Gomez kembali sukses menyelamatkan gawangnya.

Pertandingan di babak kedua berjalan lebih menarik lagi. Tak ingin dipermalukan di depan publiknya sendiri, Tottenham langsung tampil menyerang sejak awal babak kedua.

Lima menit babak kedua berlangsung, Crouch nyaris berhasil membobol gawang Milan. Menerima umpan silang Aaron Lennon, tandukan mantan bomber Liverpool itu masih mengarah jauh dari gawang.

Untuk menambah daya gedor, pelatih Harry Redknapp memasukkkan Gareth Bale dan Jermaine Jenas masing-masing menggantikan Ravael Van Der Vart dan Pienaar. Kehadiran Bale di pertandingan ini tidak cukup banyak membantu timnya dalam melakukan penyerangan. Nampaknya, pemain berkebangsaan Wales itu belum sembuh benar dari cederanya sehingga tak mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya di pertandingan ini.

Hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tercipta. Dengan hasil ini, maka Tottenham dipastikan lolos ke babak perempat final karena menang dengan agregat 1-0.

Kirim komentar

Sign in untuk mengirim komentar, atau Daftar untuk membuat account, gratis.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s