chsmp

Nama Messi Kembali Tercatat Dalam Buku Rekor

VIVAnews – Bintang Barcelona Lionel Messi berhasil menyamai rekor 48 gol dalam semusim yang tercatat dalam sepakbolaSpanyol. Messi kini berpeluang melampaui rekor legenda Athletico Bilbao, Telmo Zarra.

 

 

Seperti dilansir Tribal, Rabu 13 April 2011, torehan 48 gol pemain terbaik dunia ini ternyata berhasil menyamai catatan gol yang dibukukan Telmo Zarra pada 60 tahun silam.

 

Bahkan Messi berpeluang melampaui rekor itu mengingat kiprah Barca yang masih berlaga di tiga kompetisi hingga saat ini. Pasalnya, Barcelona masih menyimpan tujuh laga di La Liga, satu laga di final Copa del Rey lawan Real Madrid dan minimal dua laga di Champions League.

 

 

Ya, gol semata wayang Messi ke gawang Shakhtar Donetskdi leg 2 babak perempatfinal dini hari tadi membuat Messi kembali tercatat dalam buku rekor. Messi mencatat 48 gol di semua kompetisi dan menyandingkan namanya dengan sosok Telmo Zarra yang juga mengoleksi jumlah gol yang sama pada musim 1950-51.

 

 

Usaha Messi melampau Zarra sebenarnya dimulai musim lalu. Sayangnya, musim lalu Messi hanya mampu mencetak 47 gol. Namun torehan itu pun cukup untuk menyamai rekor legenda Real Madrid Ferenc Puskas yang dicetak pada musim 1959-60 dan pendahulunnya Ronaldo pada musim 1996-97.

 

Zanetti Komentari Soal Gol Gonzalez

VIVAnews – Kapten Inter Milan Javier Zanetti menilai timnya kembali melakukan kesalahan pada laga leg 2 perempatfinal Champions League. Karena kesalahan itulah, Inter harus tersingkir dari ajang bergengsi Eropa itu.

 

 

Zanetti mengakui jika gol pembuka kemenangan Schalke lewat Raul Gonzalez murni kesalahan pertahanan Inter. Pada pertandingan itu,Inter kembali ditekuk Schalke 2-1 dengan agregat telak 7-3.

 

 

“Kami tahu ini akan menjadi sesuatu yang sulit jika kami tidak bermain sebagaimana mestinya,” ujar Zanetti kepada Rai Sport, Kamis 14 April 2011.

 

 

“Sayangnya, Anda harus membayar untuk beberapa kesalahan di Champions League,” tambah bek veteran Nerazzurri ini.

 

 

Inter sebenarnya mampu membuka harapan setelah di awal babak kedua Thiago Motta berhasil menyamakan kedudukan. Namun bek muda Schalke Benedikt Howedes akhirnya melengkapi hegemoni Schlake atas juara bertahan Inter.

 

 

“Itu benar bahwa gol Raul datang karena kesalahan kami. Padahal hingga saat itu, kami mengontrol jalannya pertandingan,” lanjut Zanetti.

 

 

Meski mengaku kecewa, Zanetti lebih memilih untuk realistis. Ia meminta rekan-rekannya untuk melupakan Champions League dan kembali fokus merebut scudetto musim ini.

 

 

“Tentu kami yakin akan meraih scudetto karena masih ada enam pertandingan lagi,” tegas Zanetti.

 

 

Ironinya, Inter saat ini juga terancam gagal scudetto. Pasalnya, Inter saat ini nangkring di peringkat tiga dengan koleksi 63 poin. Nerazzurri tertinggal lima poin dari pemuncak Serie A, AC Milan dan dua poin dari Napoli yang menduduki runner up
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s